Ralph Lauren Terancam Boikot Usai Gandeng Gal Gadot untuk Kampanye Fashiom
Kampanye fashion terbaru Ralph Lauren menuai kritikan pedas di internet. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menyerukan boikot terhadap brand fashion asal AS tersebut, karena melibatkan aktris Gal Gadot sebagai muse.
Bintang 'Wonder Woman' itu tampil di sampul edisi September 2026 majalah Modern Luxury. Gal Gadot tampak mengenakan sejumlah busana dari koleksi Fall 2026 Ralph Lauren.
Rumah mode tersebut kemudian membagikan foto-foto pemotretan Gal Gadot melalui Instagram, pekan ini. Dalam kampanye tersebut, wanita berdarah Israel ini tampil dalam beberapa busana glamor dengan detail keemasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kampanye tersebut segera mendapat kritik dari netizen yang mempersoalkan keputusan Ralph Lauren bekerja sama dengan Gal Gadot. Mereka menyinggung latar belakangnya sebagai warga Israel serta dukungannya terhadap Israel dan militer Israel.
"Seruan besar-besaran untuk memboikot Ralph Lauren setelah memilih mantan tentara IDF Israel, Gal Gadot, untuk kampanye terbarunya. Selamat tinggal, Ralph Lauren, selamanya," tulis seorang pengguna di X.
Komentar lainnya menyerukan agar konsumen mengembalikan produk Ralph Lauren yang sudah dibeli.
"Saya ingin mengembalikan setiap pakaian yang saya beli dan meminta uang saya kembali. Ketika kalian membuat unggahan seperti ini di masa sekarang, kalian jelas sedang mengambil sikap terhadap hak anak-anak untuk hidup!" tulisnya.
Penampilan Gal Gadot di Kampanye Ralph Lauren. Foto: Dok. Modern Luxury |
Seorang pengguna lainnya mengaku sebelumnya merupakan pelanggan setia produk Ralph Lauren, tetapi kini memilih berhenti membeli.
"Saya dulu pembeli setia kaus Polo. Tidak lagi. Saya akan menyimpan uang saya dan menginvestasikannya untuk membeli kaus Brooks Brothers. Lagipula, kualitasnya lebih baik," tulis pengguna tersebut.
Reaksi ini berkaitan dengan sikap Gal Gadot yang selama ini secara terbuka mendukung Israel. Hingga kini, agresi militer masih dilancarkan Israel di Gaza, Palestina, yang telah menewaskan puluhan ribu rakyat sipil.
Gal Gadot juga pernah terang-terangan menunjukkan dukungannya terhadap negara yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu. Khususnya setelah pecahnya konflik dengan Hamas pada 7 Oktober 2023.
"Saya berdiri bersama Israel, kalian juga seharusnya begitu," tulisnya saat itu.
"Dunia tidak bisa hanya berdiam diri ketika tindakan teror yang mengerikan seperti ini terjadi!" serunya.
Baik Gal Gadot maupun Ralph Lauren belum memberikan komentar resmi terkait ancaman boikot tersebut.
(hst/hst)










































