Dari Gaun Pengantin Jadi Baju Tenis Viral, Marta Dess Kini Hadir di Indonesia
Tiga tahun lalu, Wilson menggandeng petenis Marta Kostyuk sebagai brand ambassador pertama untuk semua lini produknya. Dari kolaborasi tersebut, lahirlah sebuah pakaian yang kemudian menjadi salah satu fashion item wajib bagi perempuan pencinta tenis.
The Marta Dress, demikian namanya, pertama kali diperkenalkan saat Wimbledon 2024. Ada kisah personal di baliknya karena Marta terinspirasi dari gaun pengantin yang dipakainya saat menikah dengan George Kyzymenko.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marta Kostyuk mengenakan versi terbaru The Marta Dress yang terinspirasi dari gaun pengantinnya. (Foto: Getty Images/Shi Tang) |
Pada Juni tahun ini, Wilson merilis edisi terbaru The Marta Dress untuk dijual kepada khalayak dan debut saat Marta tampil di lapangan hijau Wimbledon nan ikonis itu. Penampilan Marta langsung memicu euforia yang menyebabkan pakaian tersebut ludes terjual di banyak negara.
Menyusul kesuksesan tersebut, Wilson kemudian membawa The Marta Dress ke Indonesia berbarengan dengan pembukaan toko terbaru Wilson yang berkonsep brand house di Plaza Indonesia baru-baru ini.
"Awalnya hanya dibuat untuk Marta, tapi ternyata demand-nya tinggi sekali sampai sempat viral," ujar Wilson Product Specialist Zahran Nugraha di sela acara peresmian toko ke-14 Wilson Indonesia di bawah naungan Erajaya Active Lifestyle tersebut.
The Marta Dress hadir di toko Wilson Plaza Indonesia yang baru dibuka pada Rabu (9/9/2026). (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Melalui pendekatan athlete-led design, Wilson melibatkan petenis asal Ukraina itu secara langsung dalam proses pengembangan produk, mulai dari inspirasi, desain, hingga revisi dan penyempurnaan.
The Marta Dress dilengkapi dengan built-in support, liner shorts, dengan sentuhan lace yang feminin. Bukan renda biasa karena dibuat dengan teknologi 4- way stretch technical lace yang dirancang untuk mendukung fleksibilitas dan kenyamanan saat bermain.
Kolaborasi ini menghasilkan desain yang memadukan performance, aesthetics, dan personal expression yang merefleksikan karakter feminin sekaligus gaya individual generasi atlet masa kini.
(dtg/dtg)













































