Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Yayuk Basuki Ungkap Peran Penting Fashion di Tenis, Bisa Goyahkan Mental Lawan

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 10 Sep 2026 14:07 WIB
...
28 Jun 1996:  Yayuk Basuki of Indonesia in action during the Wimbledon tennis championships at the all England Club in London, England.                                                                                            Mandatory Credit: AllsportUK
Penampilan Yayuk Basuki di Wimbledon 1996. (Foto: Clive Brunskill/Allsport/Getty Images)
Jakarta -

Olahraga tenis bukan hanya soal adu kekuatan fisik, tapi juga mental. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi mentalitas pemain, termasuk gaya berbusana. Fashion lantas bisa menjadi 'senjata' untuk menggoyahkan lawan.

Yayuk Basuki, olympian dan legenda tenis Indonesia, tidak memungkiri bahwa pilihan busana punya peran besar dalam memengaruhi performa atlet tenis saat bertanding di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tennis is not just about the game, tapi semuanya. Dari ketahanan mental, bahkan hingga penampilan yang fashionable," ujar Yayuk yang pernah mengukir sejarah sebagai atlet pertama Indonesia yang berhasil menembus babak perempat final Wimbledon pada 1997, saat pembukaan toko Wilson di Plaza Indonesia, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, busana yang tepat, proporsional, dan estetis berkaitan erat dengan rasa percaya diri. "It's a matter of confidence. Rasa percaya diri itu bisa menjatuhkan mental lawan juga," tambahnya.

ADVERTISEMENT
Yayuk Basuki di Pembukaan Toko Wilsen Plaza Indonesia, Rabu (9/9/2026).Yayuk Basuki menghadiri pembukaan toko Wilsen Plaza Indonesia, Rabu (9/9/2026). (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Selain berhubungan dengan mentalitas, gaya busana seorang pemain merepresentasikan nilai yang dapat menjadi daya tarik sponsor. Tentu saja dukungan sponsor sangat dibutuhkan bagi atlet yang sudah bermain di level profesional, apalagi untuk cabang olahraga yang tidak menjadi prioritas negara.

Oleh karena itu, diakuinya, ia terkadang cukup kritis terhadap yunior yang berbusana sembarangan seperti mengenakan celana terlalu pendek dan kaus oblong saat bertanding.

28 Jun 1996:  Yayuk Basuki of Indonesia in action during the Wimbledon tennis championships at the all England Club in London, England.                                                                                            Mandatory Credit: AllsportUKYayuk Basuki di Wimbledon 1996. (Foto: Clive Brunskill/Allsport/Getty Images)

"Saya bilang, bagaimana kamu mau dilirik sponsor kalau kamu sendiri tidak bisa memperlihatkan nilaimu lewat berpakaian," kata Yayuk. Gaya Venus dan Serena Williams juga pernah tak luput dari kritikannya karena dinilai lebih mirip pakaian nge-gym ketimbang tenis.

Ia kemudian mengenang momen bersejarahnya di Wimbledon 1996. Penampilan Yayuk dengan busana serba putih sesuai dress code turnamen grand slam lapangan rumput itu masuk dalam daftar busana tenis yang dipuji Vogue pada 2022.

Dengan krusialnya peran fashion dalam olahraga tenis, ia pun tak heran melihat outfit para pemain tenis masa kini, termasuk Naomi Osaka yang semakin eksploratif seperti di US Open baru-baru ini.

"Sah-sah saja. Pada akhirnya mereka pakai baju yang sewajarnya saat bertanding," katanya.

(dtg/dtg)
...
Hide Ads