Cara Desainer Mode Bantu Korban Bencana Gempa NTT dan Karhutla Kalimantan
Indonesia tengah berduka karena bencana yang terjadi bertubi-tubi di sejumlah daerah. Para pelaku industri fashion lantas ikut tergerak untuk ambil bagian dalam upaya pemulihan pasca-bencana.
Sebanyak 22 perancang yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) atau Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) merilis koleksi kemeja putih dengan versinya masing-masing. Mereka berkolaborasi dengan Cotton USA, salah satu produsen serat kapas berserat tinggi dari Amerika Serikat.
Koleksi tersebut dijual di DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation yang diresmikan pekan lalu di Senayan City. Berlokasi di Lower Ground, toko temporer yang dihiasi instalasi menarik itu dibuka hingga 30 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang membuat acara ini semakin berarti, hasil penjualan dari karya-karya tersebut akan didonasikan untuk mendukung YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa) dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur," ujar Sjamsidar Isa, salah satu pendiri sekaligus ketua umum IPMI, saat acara peluncuran.
Desainer yang berpartisipasi antara lain Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, Era Soekamto, Ghea Panggabean, Mel Ahyar, Denny Wirawan, Wilsen Willim, Andreas Odang, Ivan Gunawan, Eddy Betty, dan Yosafat Dwi Kurniawan.
Desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) atau Indonesian Fashion Designer Council (IFDC) berkolaborasi dengan Cotton USA dan Senayan City untuk merilis koleksi kemeja putih yang dipamerkan di DRAFT IFDC Pop-Up Store pada 1 September 2026. Penjualan untuk membantu korban bencana gempa NTT. (Foto: Dok. IPMI) |
Konsep DRAFT sendiri diambil inspirasinya dari salah satu esensi awal setiap perancang dalam berkarya: Kemeja putih. Setiap perancang mengolah 100 meter kain katun lembut putih menjadi 27 potong busana yang menonjolkan karakter atau DNA desain mereka.
Wilsen Willim dengan detail kincir angin di belakangnya, Yogie mengaplikaskan kancing mandarin, sementara Denny memberi sentuhan wastra sehingga tidak terasa monoton.
"Ini inspirasinya seperti boyfriend shirt, bisa dipakai laki-laki dan perempuan," ujar Andreas Odang sembari menunjukkan kemeja kreasinya yang dibuat seperti berlapis dua atau layering. Bagian dalam hadir dengan potongan crop yang jika bagian luar dibuka mengekspos bagian perut.
Kemeja putih rancangan Hian Tjen. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Kemeja dijual tak lebih dari Rp 2 juta. Price point yang bisa dibilang berada di bawah dari harga busana yang biasa dipatok para desainer ternama tersebut.
Eddy Betty rela melakukannya demi amal. "Karena saya merasa punya tanggung jawab yang lebih besar untuk bisa memberikan dan membantu melalui apa yang saya miliki dan apa yang saya bisa lakukan," ujar perancang senior yang dikenal dalam kepiawaiannya dalam merancang korset dan kebaya adibusana tersebut.
Sisihkan Sebagian Penjualan
Sejauh Mata Memandang (SMM), jenama slow fashion besutan Chitra Subyakto, juga menyalurkan bantuan. Tak hanya untuk korban bencana di NTT, tapi juga mereka yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Dukungan ini disalurkan melalui Floresa.co bersama Yayasan SunSpirit untuk upaya respons gempa di Nusa Tenggara Timur, serta Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) untuk mendukung respons terhadap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Chitra dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan rasa duka cita dari tim Sejauh Mata Memandang atas bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan.
"Di NTT, banyak orang masih menghadapi ketidakpastian setelah kehilangan tempat tinggal dan orang-orang yang mereka cintai. Di Kalimantan, rasanya juga berat melihat hutan yang telah dirawat selama bertahun-tahun terbakar dalam waktu singkat, pohon-pohon mati, satwa kehilangan habitatnya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan dampak asap kebakaran," katanya.
Ia kemudian melanjutkan, "Oleh karena itu, kami ingin ikut membantu dengan menyisihkan sebagian hasil penjualan Sejauh selama bulan Agustus untuk mendukung masyarakat dan lingkungan yang terdampak. Semoga apa yang kami lakukan bersama Sahabat Sejauh dapat membantu mereka melewati masa ini dan menjadi bagian kecil dari proses pemulihan."
(dtg/dtg)













































