Kronologi Pameran John Galliano di MET Batal, Dipicu Kontroversi Masa Lalu
Baru sebulan setelah diumumkan, rencana pameran John Galliano di The Metropolitan Museum of Art (The Met) untuk musim semi 2027 resmi dibatalkan.
Pameran bertajuk 'John Galliano: Horizons' itu sedianya menjadi tema utama Costume Institute sekaligus berkaitan dengan penyelenggaraan Met Gala 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembatalan terjadi setelah keputusan The Met untuk memberikan penghormatan kepada Galliano menuai kritik, terutama dari komunitas Yahudi, terkait rekam jejak desainer tersebut dalam kasus pernyataan antisemitik dan rasial pada 2011.
Berikut kronologi rencana pameran John Galliano hingga akhirnya dibatalkan.
Juli 2026: The Met mengumumkan pameran John Galliano
The Met sebelumnya mengumumkan John Galliano: Horizons sebagai pameran Costume Institute untuk musim semi 2027. Pameran tersebut direncanakan dibuka pada Mei 2027 dengan perhalatan MET Gala yang bertabur bintang dan akan menyoroti perjalanan karier Galliano selama sekitar empat dekade.
Rencana itu menjadikan Galliano salah satu dari sedikit desainer yang masih hidup yang mendapat pameran tunggal di Costume Institute. Sebelumnya, Costume Institute pernah menggelar pameran tunggal untuk Yves Saint Laurent pada 1983 dan Rei Kawakubo pada 2017. Pengumuman tersebut langsung mendapat perhatian karena Galliano memiliki sejarah kontroversial yang cukup panjang.
Rekam jejak kontroversi Galliano kembali disorot
Pada 2011, Galliano terseret kasus setelah video yang memperlihatkan dirinya melontarkan pernyataan antisemitik dan rasial di sebuah kafe di Paris beredar luas.
Galliano kemudian dipecat dari posisinya sebagai direktur kreatif Dior. Pada September 2011, pengadilan di Prancis menyatakan Galliano bersalah atas penghinaan publik berbasis ras dan etnis dan menjatuhkan denda dengan hukuman ditangguhkan.
Setelah kasus tersebut, Galliano menjalani proses rehabilitasi dan secara bertahap kembali ke dunia mode. Ia kemudian menjadi direktur kreatif Maison Margiela dan membangun kembali kariernya sebelum meninggalkan posisi tersebut pada 2024.
Namun, rencana The Met untuk memberikan penghormatan melalui pameran retrospektif kembali memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana masa lalu Galliano harus dipertimbangkan ketika institusi budaya memberikan pengakuan kepadanya.
Rencana pameran menuai kritik
Keputusan The Met mendapat kritik dari sejumlah pemimpin komunitas Yahudi, tokoh politik, dan pihak lain yang mempertanyakan keputusan museum mengangkat Galliano sebagai subjek pameran besar yang berlangsung selama 9 bulan itu.
Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah jadwal pembukaan pameran yang dikaitkan dengan Yom HaShoah, atau Hari Peringatan Holocaust. Kondisi tersebut dinilai membuat penghormatan terhadap Galliano semakin sensitif mengingat sejarah pernyataan antisemitiknya.
Penolakan juga datang dari sejumlah tokoh publik. Ketua Dewan Kota New York Julie Menin, yang merupakan putri penyintas Holocaust, termasuk pihak yang menyuarakan keberatan terhadap rencana tersebut.
Menurut laporan sejumlah media, kritik tersebut berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap museum, termasuk kekhawatiran dari sejumlah donor.
Di tengah kontroversi tersebut, The Met sebelumnya disebut telah berkonsultasi dengan sejumlah pemimpin dan anggota komunitas Yahudi untuk membahas bagaimana sejarah Galliano dapat ditempatkan dalam konteks pameran. New York Times melaporkan, sebuah pertemuan digelar pada Mei lalu dengan menghadirkan Galliano beserta para tokoh Yahudi.
31 Agustus 2026: Pameran resmi dibatalkan
Pada Senin, 31 Agustus 2026, The Met dan John Galliano mengumumkan bahwa 'John Galliano: Horizons' tidak akan dilanjutkan sesuai rencana.
Direktur sekaligus CEO The Met Max Hollein mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pembicaraan dengan Galliano.
"Setelah berdiskusi secara mendalam dengan John Galliano, kami bersama-sama memutuskan untuk tidak melanjutkan pameran tersebut," ujar Hollein dalam pernyataan resmi museum.
Galliano juga mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui banyak pertimbangan dan pembicaraan dengan The Met serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam proyek. Ia mengaku tetap berterima kasih kepada The Met, terutama Hollein, kurator utama Costume Institute Andrew Bolton, dan Anna Wintour, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Namun, Galliano juga secara terbuka mengakui tanggung jawab atas pernyataannya di masa lalu. "Saya tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas rasa sakit yang ditimbulkan oleh kata-kata saya di masa lalu, khususnya luka yang saya sebabkan kepada komunitas Yahudi dan Asia, dan saya sangat menyesal atas hal tersebut," kata Galliano.
Galliano menambahkan bahwa penebusan atas kesalahan masa lalu tidak dapat dicapai hanya melalui sebuah pameran atau pengakuan dari institusi. Menurutnya, pertanggungjawaban merupakan proses yang terus berlangsung dan harus dibuktikan melalui kemauan untuk mendengarkan, belajar, serta perilaku dari waktu ke waktu.
Ia juga mengatakan tidak ingin kontroversi mengenai dirinya menempatkan The Met dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian dari karya Costume Institute.
Andrew Bolton dan Anna Wintour dukung pembatalan
Kurator utama Costume Institute Andrew Bolton turut mendukung keputusan tersebut. Bolton mengatakan dirinya percaya bahwa museum memiliki tanggung jawab untuk membahas sejarah yang sulit dengan ketelitian, keterbukaan, dan kehati-hatian. Ia juga mengakui adanya rasa sakit dan kekhawatiran yang muncul akibat rencana pameran Galliano.
"Setelah diskusi yang panjang, saya mendukung keputusan untuk tidak melanjutkan pameran," kata Bolton.
Sementara itu, Anna Wintour, tokoh penting di balik Met Gala serta pendukung Galliano, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang berani. Wintour mengatakan dirinya percaya bahwa pembatalan tersebut merupakan keputusan yang tepat dan memberikan dukungan penuh kepada Galliano maupun museum.
Bagaimana nasib Met Gala 2027?
Dengan dibatalkannya John Galliano: Horizons, The Met belum menentukan tema baru untuk Costume Institute pada musim semi 2027.
Museum menyatakan informasi mengenai pameran Costume Institute yang baru dan Met Gala 2027 akan diumumkan kemudian.
Pembatalan ini juga menjadi salah satu kasus yang tidak biasa dalam sejarah Costume Institute karena pameran yang sudah diumumkan secara resmi akhirnya ditarik sebelum dibuka akibat kontroversi yang berpusat pada sosok desainer yang hendak dihormati.
pembatalan pameran menjadi babak baru dalam perjalanan panjangnya setelah skandal 2011-ketika kariernya runtuh, kemudian perlahan dibangun kembali melalui proses rehabilitasi dan karya-karya di dunia mode.
(dtg/dtg)











































