Naomi Osaka Berani Tampil Beda Lagi di US Open 2026, Terinspirasi Ikon Basket
Bukan Naomi Osaka namanya bila outfit-nya di grand slam tenis dunia minim pernyataan gaya yang kuat. Di US Open 2026, ia kembali mempertegas statusnya sebagai ratu fashion di dunia tenis.
Memasuki lapangan Arthur Ashe Stadium, New York City, Selasa (1/9/2026) untuk menghadapi Anastasia Zakharova dari Rusia pada putaran pertama US Open 2026, ia langsung menarik atensi berkat busana yang dipakainya.
Petenis asal Jepang ini muncul dalam sebuah rok tulle putih bersiluet ball-gown dengan jaket hood panjang. Luaran abu-abu itu dihiasi potongan-potongan koran yang memuat momen penting dalam perjalanan kariernya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gaya Naomi Osaka di US Open 2026. (Foto: REUTERS/Eduardo Munoz) |
Look kali ini keluaran Who Decides War, jenama lokal besutan duo desainer Ev Bravado dan Téla D'Amore dari New York City. Law Roach, stylist andalan Zendaya, membantu menyiapkan gaya keseluruhan Naomi.
Di baliknya, ia memakai satu set busana tenis serba hitam dari Nike, yang terasa seperti reinterpretasi jersey basket vintage NBA, Rok metaliknya yang bertekstur menyerupai jaring basket.
Rambut Osaka ditata dalam cornrows yang ditarik ke belakang menjadi bun, memberikan keseluruhan penampilan kesan atletis, tegas, sekaligus sangat fashion-forward.
Osaka mengungkapkan bahwa penampilannya merupakan tribute untuk Allen Iverson, legenda NBA yang dikenal bukan hanya karena permainan basketnya, tetapi juga karena pengaruhnya terhadap budaya dan fashion. "Aku sangat mengaguminya," kata Naomi usai pertandingan seperti dikutip New York Post.
Allen Iverson pada Oktober 2006. (Foto: Getty Images/Mansoor Ahmed) |
Vogue mengabarkan, Basket memang dipilih Nike sebagai tema utama untuk setiap penampilan para atlet yang disponsorinya. Ketika Nike memberi tema tersebut, Naomi pun menjawab dengan caranya sendiri: "OK, you want basketball, I'll give you basketball."
Bagi Osaka, Iverson adalah seorang trailblazer. Ia melihat bagaimana mantan bintang Philadelphia 76ers tersebut mengubah cara pemain NBA berpakaian dan, lebih luas lagi, membuka percakapan mengenai hubungan antara pakaian, olahraga, identitas, dan ekspresi diri.
Pengaruh Iverson terhadap fashion olahraga memang sulit dilepaskan dari perubahan besar dalam budaya olahraga Amerika. Cornrows, oversized silhouettes, throwback jerseys, jewelry, streetwear dan gaya hip-hop menjadi bagian dari bahasa visual atlet modern. Iverson berada di salah satu titik penting dalam perubahan tersebut.
Secara tidak langsung, penampilan tersebut juga membangkitkan rasa percaya diri Naomi sebagai atlet keturunan kulit hitam dan berdampak pada performanya di lapangan.
Sepatu Naomi Osaka. (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/ROBERT DEUTSCH) |
Diakui Naomi, pertandingan dengan Zakharova terasa berat. Ketenangan dan kesabarannya seperti diuji setelah dipaksa bermain tiebreak pada kedua set. Sempat tertinggal, ia akhirnya berhasil menang 7-6 (6), 7-6 (3).
"Aku sangat bersyukur dapat kembali bermain di lapangan ini. Aku bilang kepada diriku sendiri untuk tidak menyesali apapun. Aku hanya ingin datang dan bertanding," kata dua kali juara US Open itu.
Penampilan ini melanjutkan rentetan outfit Naomi yang penuh gaya dan sarat pesan, mulai dari Australia Open, French Open, kemudian Wimbledon tahun ini. Mendukung label independen menjadi salah satu benang merah penampilannya. Meski demikian, Who Decides War yang didirikan pada 2015 ini memiliki rekam jejak yang menjanjikan di industri fashion dengan beberapa pencapaian seperti menjadi finalis CFDA/Vogue Fashion Fund 2023 dan dan LVMH Prize 2024.
(dtg/dtg)














































