Dosa John Galliano Tak Termaafkan, Pamerannya di MET Gala 2027 Dibatalkan
Sebab nila setitik, rusak susu sebelanga. Mungkin peribahasa tersebut dapat menggambarkan apa yang dialami John Galliano. Harapan John untuk melihat karyanya dirayakan di salah satu museum terprestisius di dunia terpaksa pupus karena penolakan yang dipicu oleh ucapan antisimetisnya belasan tahun lalu.
Pihak Metropolitan Museum of Art atau The MET di New York City akhirnya membatalkan penyelenggaraan pameran 'John Galliano: Horizons'. Ekshibisi retrospektif selama 9 bulan tersebut sejatinya digelar pada awal Mei 2027 dan sesuai 'tradisi', dibuka dengan MET Gala yang selalu bertabur bintang dan pesohor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak Costume Institute, divisi yang khusus menangani koleksi pakaian bersejarah dan turunannya di The MET, eksis pada 1937, baru ada dua desainer yang karyanya dipamerkan secara tunggal dalam skala besar ketika masih hidup. Mereka adalah Yves Saint Laurent (1983) dan Rei Kawakubo (2017). Galliano, yang kerap dijuluki si jenius dari dunia mode, harusnya menjadi yang ketiga.
Sejarah akan tetap tercatat tapi dengan torehan yang berbeda. Baru kali ini, pameran fashion di MET Gala dibatalkan karena kontroversi pemilihan desainernya.
"Setelah melakukan refleksi yang panjang dan berdiskusi dengan semua pihak, saya memutuskan dengan berat hati, ada baiknya pameran ini tidak dilangsungkan," ujar Galliano dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Alexis Roche, Kylie Jenner dan John Galliano mengamati koleksi pameran saat MET Gala 2026 pada Mei lalu. (Foto: Stephanie Augello/MG26/Getty Images for The Met Museum/Vogue) |
Rencana MET untuk menggelar pameran mahakarya perancang yang kariernya membentang hampir empat dekade itu mengundang pro, juga kontra. Gelombang kritik terutama datang dari pendonor MET hingga tokoh-tokoh Yahudi yang menilai pemilihan The Met sebagai persoalan moral.
"Saya tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas rasa sakit yang ditimbulkan oleh kata-kata saya di masa lalu, khususnya luka yang saya sebabkan kepada komunitas Yahudi dan Asia, dan saya sangat menyesal atas hal tersebut," kata Galliano.
Ia kemudian merujuk pada kontroversi yang pernah menjeratnya terkait pernyataan antisemitis dan rasial pada 2011. Selain reputasi yang tercoreng di tengah masa keemasan kariernya, empat kali pemenang British Designer of the Year ini dipecat sebagai direktur kreatif Dior setelah 15 tahun mengabdi.
Diungkapkan pria 65 tahun itu, penebusan atas kesalahan lamanya tidak dapat dicapai melalui sebuah pameran, pengakuan institusional, atau satu tindakan publik.
"Saya tidak ingin perdebatan mengenai diri saya menempatkan The Met dalam posisi sulit atau mengalihkan perhatian dari karya luar biasa Costume Institute," katanya.
Galliano turut menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung proses pemulihan dirinya selama 15 tahun dari alkoholisme dan kecanduan. Ia mengatakan dukungan tersebut berperan penting dalam perjalanan hidupnya.
Anna Wintour dan John Galliano di fashion show Dior tahun lalu. (Foto: Swan Gallet/WWD via Getty Images) |
Andrew Bolton, kurator utama Costume Institute, mengatakan museum memiliki tanggung jawab untuk mengkaji sejarah yang sulit dengan ketelitian, keterbukaan, dan kehati-hatian. Bolton juga mengakui adanya rasa sakit dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh rencana pameran Galliano.
"Setelah diskusi yang panjang, saya mendukung keputusan untuk tidak melanjutkan pameran," kata Bolton.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada kolega, penasihat, pemberi pinjaman karya, kolaborator, serta para pemimpin komunitas yang telah memberikan pengetahuan dan perspektif mereka selama proses persiapan pameran.
Sementara itu, Anna Wintour, salah satu tokoh penting di balik Costume Institute sekaligus pendukung utama Galliano, menyebut keputusan mantan direktur kreatif Maison Margiela itu sebagai tindakan yang berani.
Menurut Wintour, keputusan tersebut merupakan pilihan yang tepat dan mendapat dukungan penuh darinya maupun pihak museum. Dukungan juga datang dari komunitas fashion lewat berbagai unggahan atau komentar di media sosial.
Setelah rencana 'John Galliano: Horizons' batal, The Met kini harus menentukan program baru untuk pameran Costume Institute musim semi 2027. Museum belum mengumumkan tema maupun pengganti pameran tersebut, termasuk konsep Met Gala yang biasanya berkaitan erat dengan pameran tahunan Costume Institute.
(dtg/dtg)













































