Loewe Punya Cara Unik Pamer Logo, Nama Brand Dibentuk dari Buckle Sandal
Tren logo besar atau logomania di ranah fashion mewah kini mendapat sentuhan berbeda dari Loewe. Rumah mode asal Spanyol tersebut menghadirkan sandal yang menjadikan nama brand sebagai bagian dari desain melalui deretan buckle logam berukuran besar.
Sekilas, sandal ini terlihat sederhana dengan bentuk yang minimalis. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, terdapat lima huruf yang membentuk tulisan "LOEWE" di bagian atas sandal.
Alih-alih mencetak logo berukuran besar, Loewe, yang kini dinakhodai duo desainer Jack McCollough dan Lazaro Hernandez, menjadikan setiap huruf sebagai elemen hardware sekaligus detail utama alas kaki. Desain sandal dari seri Type Fussbett tersebut membuat logo tidak sekadar menjadi penanda brand, tetapi menyatu dengan konstruksi sandal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah mode asal Spanyol ini menghadirkan sandal yang menjadikan nama brand sebagai bagian dari desain melalui deretan buckle logam berukuran besar. (Foto: Dok. Loewe) |
Lima huruf yang membentuk nama Loewe diaplikasikan sebagai buckle berukuran besar pada bagian strap. Pendekatan ini membuat sandal terlihat berbeda dari alas kaki dengan logo konvensional. Hanya saja, buckle hanya untuk penghias, alias tidak bisa diatur untuk menyesuaikan bentuk kaki.
Biasanya, nama brand ditempatkan dalam bentuk tulisan atau emblem di bagian tertentu. Pada Type Fussbett, identitas Loewe justru menjadi bagian paling mencolok dari desain.
Meski mengandalkan buckle berukuran besar, siluet Type Fussbett tetap dibuat sederhana. Loewe mempertahankan bentuk sandal dengan ujung klasik serta struktur Fussbett khasnya.
Bagian insole juga dilapisi kulit anak sapi (calfskin) untuk memberikan sentuhan yang lebih lembut dan nyaman. Model ini tersedia dalam dua pilihan material, yaitu suede calfskin dan vegetable-tanned calfskin.
(Foto: Dok. Loewe) |
Varian suede memberikan tampilan yang lebih lembut dan bertekstur. Sementara itu, vegetable-tanned calfskin menawarkan tampilan kulit yang lebih halus dan bersih.
Selain buckle berbentuk huruf, detail lain pada sandal ini terbilang lebih subtil. Loewe menyematkan logo Anagram melalui teknik emboss pada outsole berbahan karet, sementara nama Loewe tercetak pada bagian insole.
Di situs resmi Loewe, kedua versi tersebut tercantum dengan harga hampir mencapai Rp 21 juta. Harga tersebut menempatkan Type Fussbett sebagai sandal dalam kategori luxury footwear.
Penggunaan logo dalam fashion mewah bukanlah hal baru. Selama bertahun-tahun, berbagai rumah mode menghadirkan monogram dan logo berukuran besar sebagai bagian dari identitas produknya.
Loewe jelas memilih pendekatan yang sedikit berbeda. Chanel era desainer Matthieu Blazy sudah melakukan terlebih dahulu lewat pilihan alas kakinya seperti sepatu dengan kunci berbentuk logo ikonis 'CC' untuk membuka atau menutup bagian atas sepatu.
(dtg/dtg)













































