Tren 'Sepatu Nyeker' Muncul Lagi, Jeffrey Campbell Rilis High Heels Tanpa Sol
Tren sepatu unik kembali membuat netizen heboh. Setelah desain 'barefoot heels' dari Chanel sempat membuat bertanya-tanya, kini Jeffrey Campbell menghadirkan versi serupa yang tak kalah kontroversial.
Sepatu ini pada dasarnya memungkinkan pemakainya berjalan dengan telapak kaki langsung menyentuh permukaan tanah atau lantai, tetapi tetap memberikan tampilan seperti mengenakan high heels. Desainnya hanya terdiri dari bagian hak, penyangga di area tumit, serta beberapa tali tipis yang melingkari pergelangan kaki. Tidak ada sol yang menutupi bagian bawah kaki maupun alas kaki.
Barefoot heels pertama kali ramai dibicarakan setelah rumah mode Chanel menampilannya di atas runway. Bentuknya lebih menyerupai aksesori untuk tumit daripada sepatu pada umumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aktris Margaret Qualley kemudian ikut membuat sepatu ini viral setelah mengenakannya di karpet merah premiere 'The Dog Stars' di London. Kini, label asal Los Angeles, Jeffrey Campbell, menghadirkan versinya sendiri.
Sepatu yang disebut sebagai 'naked shoes' tersebut diperkenalkan melalui Instagram dan langsung mengundang reaksi netizen. Kolom komentar Instagram Jeffrey Campbell langsung dipenuhi pertanyaan dan protes.
Salah satu pengguna menulis, "Jadi, sebenarnya kita pakai ini ke mana?"
Sepatu barefoot Jeffrey Campbell. Foto: Dok. Jefftey Campbell |
Komentar lain tak kalah heran. "Jadi kita benar-benar bertelanjang kaki di tempat yang penuh kotoran ini!?"
Ada pula yang menyebut desain tersebut sebagai bentuk rage bait, yakni konten atau produk yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan dan perdebatan di internet.
"Ini pasti rage bait... kan?"
Sementara itu, pengguna lain mempertanyakan mengapa desain seperti ini mulai dianggap normal.
"Kenapa kita menormalisasi hal seperti ini?"
Banyak netizen menyebut desainnya 'gila', sementara sebagian lainnya terang-terangan mengaku membenci model sepatu tersebut.
Jeffrey Campbell sendiri memang dikenal dengan desain unik. Brand ini kerap mengambil inspirasi dari desain runway eksperimental dan kontroversial dari rumah mode seperti Chanel atau Balenciaga, kemudian mengolahnya menjadi versi yang lebih terjangkau.
(hst/hst)










































