Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Temma Prasetio Bawa Batik Iwan Tirta ke Malaysia Lewat Koleksi 'Unbound'

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 20 Agu 2026 19:37 WIB
...
Temma Prasetio mengangkat batik dengan menggandeng Iwan Tirta untuk koleksi yang akan ditampilkan di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2026.
Koleksi 'Unbound' buah kolaborasi Iwan Tirta dan Temma Prasetio yang akan ditampilkan di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Batik kembali mendapat tafsir baru lewat kolaborasi desainer menswear Temma Prasetio dengan label Iwan Tirta. Mengusung koleksi bertajuk 'Unbound', kolaborasi Temma Prasetio tersebut mempertemukan warisan batik dengan gaya busana pria kontemporer.

Koleksi ini diperkenalkan kepada media dalam sebuah media viewing di Iwan Tirta Home, Jakarta, Selasa (19/8/2026), menjelang presentasinya di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2026 pada 22 Agustus mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat 'Unbound', Temma mengeksplorasi bagaimana batik dapat hadir dalam bentuk yang lebih fleksibel dan dekat dengan gaya hidup masa kini. Sebanyak 24 look disiapkan untuk koleksi tersebut, seluruhnya menggunakan kain batik berbahan katun yang dipilih secara personal oleh sang desainer.


Kain-kain yang digunakan hadir dalam palet warna mulai dari biru kehijauan, cokelat sogan, hingga merah. Pilihan tersebut menjadi bagian dari upaya Temma menerjemahkan batik ke dalam busana pria yang lebih ringan dan versatile, tanpa melepaskan identitas tradisionalnya.

ADVERTISEMENT

Nama 'Unbound' merefleksikan gagasan Temma mengenai posisi batik dalam kehidupan sehari-hari. Ia melihat batik tidak semestinya hanya dikenakan dalam situasi atau aturan berpakaian tertentu.

"Batik is not a dress code," menjadi gagasan utama yang dibawa dalam koleksi ini. Menurut pandangan Temma, batik perlu diberi ruang untuk terus berkembang sehingga dapat dikenakan oleh generasi berikutnya, bukan hanya diperlakukan sebagai simbol warisan budaya.

Dengan pendekatan tersebut, batik ditempatkan sebagai bagian dari wardrobe modern. Tradisi tetap menjadi fondasi, sementara bentuk dan cara pemakaiannya dapat terus beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kolaborasi Temma Prasetio dan Iwan Tirta pun menjadi pertemuan antara dua pendekatan kreatif: keahlian dalam seni batik yang diwariskan Iwan Tirta dan bahasa desain kontemporer yang menjadi karakter Temma. Hasilnya adalah upaya membawa batik ke dalam siluet menswear modern sekaligus mempertahankan unsur craftsmanship dan akar budaya Indonesia.

Lahir dan besar di Jawa Timur, kecintaan Iwan Tirta terhadap seni dan budaya menjadi salah satu fondasi perjalanan kreatifnya.

Ia pernah menjadi runner-up Perancang Mode Menswear 2018 yang diselenggarakan Jakarta Fashion Week. Temma juga telah mengikuti sejumlah platform mode di Indonesia dan membawa karya berbasis budaya Indonesia ke panggung internasional.

Sebelumnya, ia mempresentasikan karya berbasis Tenun NTT di Dubai Fashion Week 2023 dan turut berpartisipasi dalam Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, Iwan Tirta merupakan label gaya hidup mewah yang meneruskan visi maestro batik Iwan Tirta (1935-2010). Label tersebut mewarisi lebih dari 13.000 arsip motif batik dari sang pendiri.

Melalui karya-karya kontemporer, Iwan Tirta berupaya menempatkan batik tidak sekadar sebagai kain, tetapi sebagai bagian dari ekspresi budaya yang dapat hadir di berbagai ruang, termasuk dunia mode dan kehidupan modern.

Setelah diperkenalkan di Jakarta, koleksi 'Unbound' dijadwalkan tampil di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur pada 22 Agustus 2026. Koleksi tersebut membawa satu gagasan utama: mempertahankan akar tradisi sekaligus memberi ruang bagi batik untuk menemukan bentuk baru di tangan generasi berikutnya.

(dtg/dtg)
...
Hide Ads