Marc Jacobs Mau Dandani Luigi Mangione, Pembunuh Fashionable Kontroversial
Desainer Marc Jacobs membuat pernyataan tak terduga soal Luigi Mangione, pria yang mengaku menembak mati CEO asuransi kesehatan UnitedHealthcare Brian Thompson. Sang desainer mengatakan dirinya bersedia mendandani Mangione untuk menghadiri persidangan.
Pernyataan itu disampaikan Marc Jacobs dalam segmen Lie Detector Test milik Vanity Fair. Awalnya, ia ditanya soal sejumlah selebriti yang pernah mengenakan busana rancangannya saat menjalani proses hukum, termasuk Winona Ryder, Lil' Kim dan Courtney Love.
Ketika ditanya apakah ia mau menjadi stylist untuk Mangione di persidangan, Jacobs menjawab singkat, "Ya," sambil tertawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma itu. Saat ditanya pakaian seperti apa yang akan dipilihnya, Jacobs justru memuji gaya berpakaian Mangione. Pria 28 tahun itu kerap viral karena gaya busananya yang disebut fashionable.
"Menurut saya, dia sebenarnya sudah berpakaian cukup bagus," ujar Jacobs.
Gaya Luigi Mangione di persidangan Foto: Getty Images/Pool |
Ketika ditanya apakah Mangione bisa disebut sebagai trendsetter, Jacobs kembali menjawab, "Ya."
Komentar tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian pengguna internet menganggapnya lucu dan bahkan membayangkan kolaborasi Marc Jacobs dengan Mangione, namun tak sedikit pula yang merasa komentar tersebut sudah kelewat batas. Mereka menilai pembicaraan soal fashion justru membuat sosok yang terlibat dalam kasus pembunuhan diperlakukan layaknya ikon fashion.
Mangione memang sejak awal kasus menjadi figur yang tidak biasa. Penampilannya di ruang sidang beberapa kali menjadi bahan pembicaraan, termasuk sweater burgundy yang dikenakannya dan kemudian dikabarkan laris terjual di Nordstrom. Fenomena tersebut ikut memperkuat citra Mangione sebagai figur kontroversial yang memiliki banyak penggemar di internet, meski kasus yang menjeratnya adalah pembunuhan.
Luigi Mangione ditangkap setelah Brian Thompson ditembak di Manhattan pada 4 Desember 2024. Ia kemudian menghadapi tuntutan federal dan negara bagian New York.
Perkembangan terbaru terjadi pada 14 Agustus 2026. Mangione mengaku bersalah di pengadilan federal atas dua dakwaan terkait aksi stalking yang berujung pada kematian Thompson. Ia juga secara langsung mengakui bahwa dirinya menembak Thompson hingga tewas.
Brian Thompson merupakan sosok kontroversial selama bertahun-tahun karena kerap mendapat kritik terkait penolakan klaim dan kebijakan asuransi kesehatan, termasuk soal prior authorization yang dianggap menyulitkan pasien mendapatkan perawatan tertentu.
Karena itu, setelah Thompson dibunuh, muncul reaksi publik yang terbelah. Ada yang mengecam pembunuhan tersebut, tetapi ada pula yang menggunakan kasus ini untuk melampiaskan kemarahan terhadap sistem asuransi kesehatan Amerika.
Ini yang kemudian membuat kasus Mangione berbeda dari kasus pembunuhan biasa. Mangione mendapatkan simpati dari sebagian orang yang melihatnya sebagai simbol perlawanan terhadap industri asuransi kesehatan, meskipun ia mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut
(kik/kik)











































