Busana Ngejreng Shakira di Piala Dunia 2026 Punya Makna Simbolis
Shakira tampil di MetLife Stadium dalam halftime show pertama sepanjang sejarah final Piala Dunia 2026 membawakan lagu resmi turnamen, 'Dai Dai', bersama Burna Boy.
Penyanyi asal Kolombia ini mengenakan busana dari koleksi Roberto Cavalli rancangan direktur kreatif Fausto Puglisi. Kostumnya dipenuhi lebih dari 200.000 kristal Swarovski yang dijahit dengan tangan selama sekitar 120 jam dalam kurun dua minggu.
Gaun tersebut hadir dalam perpaduan warna hot pink, kuning terang, dan oranye yang mengingatkan pada langit saat matahari terbenam. Ternyata ada makna simbolik di balik busana ngejreng yang dikenakan Shakira.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fausto mengungkapkan bahwa inspirasi desainnya berasal dari sebuah sudut kawasan La Condesa, Mexico City, yang memiliki bangunan berwarna pink, kuning cerah, dan oranye.
"Saya selalu terobsesi dengan energi Miami Beach dan Mexico City. Ada sebuah sudut di La Condesa yang memadukan warna merah muda, kuning terang, dan oranye matahari terbenam," ujar Fausto, seperti dikutip dari Page Six.
Menurutnya, kombinasi warna tersebut juga dibuat untuk menggambarkan karakter Shakira sebagai ikon musik Amerika Latin.
Shakira tampil saat jeda pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 19 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. Foto: Getty Images/Quality Sport Images |
"Perpaduan jiwa Latin, ritme Karibia, keceriaan perempuan Latina, sentuhan glamor, berani, dan seksi, itulah yang ingin saya hadirkan lewat busana ini. Shakira mewujudkan semangat itu dengan sangat alami. Bersama-sama kami menciptakan sesuatu yang berani, emosional, dan penuh kehidupan, seperti matahari terbenam di Miami Beach yang dipenuhi warna, kebebasan, dan gerakan," jelasnya.
Busana berupa body suit dan rok rumbai ini juga menjadi penghormatan terhadap penampilan legendaris Shakira terdahulu, saat ia membawakan "Waka Waka (This Time for Africa)" pada upacara pembukaan dan penutupan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Kala itu, Shakira juga mengenakan busana rancangan Roberto Cavalli ketika rumah mode tersebut masih dipimpin langsung oleh pendirinya, Roberto Cavalli. Kini, Fausto menghadirkan interpretasi baru yang tetap mempertahankan DNA desain tersebut.
Shakira mengaku sengaja ingin menghubungkan dua momen penting dalam kariernya.
Shakira tampil saat jeda pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York New Jersey pada 19 Juli 2026 di East Rutherford, New Jersey. Foto: Getty Images/Lars Baron |
"Ini adalah momen yang terasa seperti lingkaran yang kembali utuh. Warnanya juga masih serupa. Kami ingin memberi penghormatan kepada masa lalu sekaligus melihat ke masa depan," ujar Shakira kepada Vogue.
Tak hanya Shakira, sebanyak 34 penari latarnya juga mengenakan kostum Roberto Cavalli dengan nuansa warna matahari terbenam yang sama. Mereka tampil dalam dua variasi busana, yakni crop top silang dengan rok senada serta atasan tanpa lengan yang dipadukan dengan celana longgar.
(hst/hst)











































