Di Balik Koleksi 'Harsa', Ketelitian Perajin Jadi Kunci Busana Premium Lakon
Pada 29 Juli mendatang, perhelatan JF3 Fashion Festival 2026 akan ditutup dengan peragaan persembahan Lakon Indonesia. Bertajuk 'Harsa', koleksi ini menandai perubahan baru yang menjanjikan tampilan lebih premium dengan mengedepankan keterampilan para perajin.
Beberapa busana dari koleksi tersebut sudah diperlihatkan lebih dulu sepekan sebelumnya dalam sesi preview yang digelar di Summarecon Discovery, La Piazza Kelapa Gading.
Busana tersebut dipajang di antara instalasi makanan di Kota Sejuta Kuliner, salah satu area pemeran yang digelar dalam rangka perayaan 50 tahun Summarecon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pratinjau koleksi 'Harsa' keluaran Lakon Indonesia yang akan dipresentasikan di panggung JF3 Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Di dalam replika sebuah dapur, pendiri Lakon Indonesia Thresia Mareta menunjukkan sebuah kemeja merah lengan panjang yang bagian depannya tampak seperti penuh coretan putih. Jika dilihat lebih dekat, garis-garis abstrak tersebut dibuat dengan teknik bordir.
Sepintas sederhana, tapi menyatukan dua bidang terpisah menjadi satu sehingga menciptakan tampilan garis bordiran yang seakan saling bersambungan butuh ketelitian lebih. "Pak Ahmad harus benar-benar mengecek, pas dibordir kanan dan kirinya harus bertemu," terang Thresia yang juga menjabat sebagai penasehat JF3 Fashion Festival itu.
Ahmad (51) adalah perajin bordir yang sudah bekerja tak lama setelah Lakon Indonesia berdiri delapan tahun lalu. Ia juga hadir di sesi ini untuk memperlihatkan caranya membordir dengan mesin jahit.
Salah satu batik buah inovasi Lakon Indonesia untuk koleksi 'Harsa'. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Berpindah ke depan gerobak bakso, dua manekin memakai busana berfitur batik cap. Bukan batik cap biasa karena kain yang berhiaskan motif parang dengan sentuhan corak floral ini dibuat dengan teknik tumpuk yang rumit.
"Setelah sekian tahun, baru tahun ini kamu melakukannya. Saya sudah mencoba bereksperimen sejak lima tahun lalu," ujar Thresia tentang trial-and-error yang dilakukannya bersama perajin mitra Lakon.
Atasan untuk wanita hadir dalam wujud blus dengan siluet kebaya yang modern. Ada pula kemeja dengan kancing yang lebih banyak sehingga dapat memberikan opsi styling kerah yang variatif. Tidak ketinggalan cocktail dress berbahan jacquard dengan tambahan dekorasi bordir yang dijahit secara presisi.
Koleksi 'Harsa'. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Total 36 set busana akan ditampilkan nanti. Namun dari pratinjau ini, cukup tergambarkan bagaimana Lakon Indonesia yang diayomi Thresia dengan arahan desainer Irsan sebagai direktur kreatif mulai bertransformasi.
Jika di dua koleksi sebelumnya, Urub dan Pasar Malam, lebih kental dengan pendekatan streetwear, pilihan busana teranyar ini menawarkan siluet busana keseharian untuk berbagai kesempatan, baik kasual maupun formal, dengan tetap mengedepankan kualitas serta craftsmanship.
"Kami melihat, ada kebutuhan pasar untuk koleksi premium ready to wear. Selama delapan tahun Lakon berdiri, kami sambil belajar. Pasar terus bergerak, oleh karena itu Lakon juga akan terus beradaptasi. Namun, identitas kami tidak akan berubah," ujar Thresia yang dianugerahi 'Knight of the Ordre des Arts et des Lettres' oleh Kementerian Kebudayaan Prancis tahun lalu.
Thresia Mareta, pendiri Lakon Indonesia dan penasehat JF3 Fashion Festival. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
'Harsa' yang dalam bahasa Sanskerta berarti 'kebahagiaan' menjadi tajuk presentasi. Bahagia bukan untuk mereka yang memakai busananya, tapi juga tangan-tangan kreatif yang membuatnya.
Mensejahterahkan serta mengangkat martabat perajin dengan meningkatkan kapasitas mereka dengan mengakomodasi permintaan pasar merupakan marwah Lakon Indonesia ketika didirikan.
"Kebutuhan di industri fashion sebenarnya ada, dan kemampuan perajin juga bisa memadai. Hanya saja tidak pernah ketemu karena levelnya berbeda. Nah di Lakon dengan ekosistem yang sudah ada, kami ingin menjembataninya," terang Thresia.
(dtg/dtg)















































