Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kontroversi Anting Kuno Zendaya di Tur The Odyssey, Diduga Dicuri dari Iran

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 17 Jul 2026 13:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Zendaya attending the Odyssey photocall at the IET Building in central London. Picture date: Sunday July 5, 2026. (Photo by Jordan Pettitt/PA Images via Getty Images)
Zendaya memakai anting kuno saat sesi photocall 'The Odyssey' di London. (Foto: Jordan Pettitt/PA Images via Getty Images)
London -

Walau sudah sepekan lebih berlalu, penampilan Zendaya saat rangkaian tur promosi film 'The Odyssey' di Inggris masih menjadi perbincangan. Anting arkais dari era Sebelum Masehi yang dipakai sang aktris memicu perdebatan di kalangan akademisi.

Saat sesi photocall di London, Zendaya berbalut tunik putih berleher halter dari koleksi Jacquemus yang sukses memancarkan aura dewi Yunani seperti Athena, karakter yang diperankannya di film garapan Christopher Nolan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sorotan lebih justru tertuju pada sepasang aksesori yang menghiasi kedua telinganya. Dilansir dari Town & Country, benda tersebut sebetulnya merupakan kepingan emas dari artefak yang diprediksi berusia 2.000 atau 3.000 tahun.

Kemungkinan besar, Barron London, rumah perhiasan yang biasa menadahi benda-benda langka, mendapatkannya dari Iran. Banyak sejarahwan mengasosiasikan desainnya dengan Shamash, dewa matahari Mesopotamia yang melambangkan keadilan dan perlindungan.

ADVERTISEMENT

Kabarnya pada 1947, di sebuah desa dekat Saqqez, sebuah wilayah Kurdistan di Iran, warga lokal menemukan sebuah peti yang berisikan artefak emas, termasuk kepingan yang menjelma sebagai anting Zendaya.

Temuan tersebut rupanya tidak ditindaklanjuti dengan supervisi tim arkeolog yang profesional sehingga banyak benda yang diperjualbelikan ilegal. Kendati demikian, beberapa di antaranya berakhir di museum besar seperti Metropolitan Museum of Art, Louvre, British Museum, dan National Museum of Iran.

Asal muasal tersebut yang kemudian memicu adu argumen tentang etika memakai benda bersejarah. Konteks konflik geopolitis yang terjadi saat ini antara Iran dan Amerika Serikat semakin memperdalam kontroversi.

"Artefak ini tampaknya dijarah dari Iran dan menghiasi aktris asal Amerika, negara yang meledakkan Iran," ujar arkeolog dan Tiktoker bernama Dr. Z.

Menurutnya, pilihan Zendaya bukan lagi soal mengapresiasi sebuah karya seni kuno. "Ini adalah bentuk sebuah fetish terhadap masa lalu, kan? Hanya untuk menjadi sebuah komoditas curian untuk kaum elite, diedarkan secara ilegal dan tidak bermoral," katanya.

Dr. Z membuat konten yang kini sudah dihapus tersebut untuk merespons unggahan sesama arkeolog Annelise Baer yang memuji penampilan Zendaya karena dinilai menumbuhkan minat publik pada sejarah dan arkeologi.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads