Tren Sepatu & Jersey Pink di Piala Dunia 2026, Dipakai Mbappe hingga Haaland
Digelar empat tahun sekali, Piala Dunia selalu jadi pesta olahraga yang menyita perhatian dunia. Tak hanya aksi para pemain di lapangan hijau, penampilan mereka juga kerap jadi bahan perbincangan.
Tak terkecuali tahun ini. Dalam ajang Piala Dunia 2026, warna pink terang disebut-sebut jadi tren busana di lapangan. Fenomena ini bahkan membuat banyak penggemar menjuluki turnamen tahun ini sebagai 'Fuschia World Cup', karena warna fuschia, hot pink, hingga neon pink terlihat mendominasi lapangan.
Mulai dari sepatu pemain, jersey kiper, hingga seragam wasit, berbagai nuansa pink terang mendominasi lapangan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tren tersebut sudah terlihat sejak laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca. Dari total 22 pemain starter, hanya tiga orang yang tidak mengenakan alas kaki berwarna pink.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak saat itu, warna mencolok tersebut terus bermunculan di berbagai pertandingan. Bintang-bintang sepak bola seperti Kylian Mbappé dan Erling Haaland ikut meramaikan tren ini, begitu pula para pemain dari negara-negara yang lebih kecil seperti Tanjung Verde dan Curacao.
Salah satu sosok yang paling menonjol adalah Dominik Livaković. Kiper Kroasia itu beberapa kali tampil dengan jersey pink terang yang kini menjadi salah satu visual ikonik sepanjang turnamen.
Tak hanya para pemain, wasit juga ikut mengenakan seragam bernuansa pink saat memimpin pertandingan Arab Saudi melawan Uruguay. Berbagai merek olahraga besar seperti Adidas, Nike, Puma, hingga New Balance pun berlomba-lomba menghadirkan koleksi berwarna pink.
Kylian Mbappe #10 dari Prancis merayakan gol kedua timnya selama pertandingan Grup I Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Irak di Stadion Philadelphia pada 22 Juni 2026 di Philadelphia, Pennsylvania. Foto: Getty Images/Darrian Traynor |
Tren Baju dan Sepatu Pink Dipopulerkan Brand Besar
Setiap brand mempunyai nama tersendiri untuk warna tersebut- 'Solar Turbo' Adidas hingga 'Poison Pink' dari Puma- namun semuanya memiliki karakter yang hampir sama; cerah, mencolok, dan mudah dikenali.
Sara Maggioni, Head of Womenswear di WGSN, sebuah perusahaan riset tren fashion, mengatakan bahwa pink memang menjadi salah satu warna yang paling berpengaruh dalam dunia fashion selama satu dekade terakhir. Ia menilai tren ini juga berkaitan dengan perubahan cara generasi muda menikmati sepak bola.
"Banyak anak muda kini menonton pertandingan lewat ponsel. Warna yang mudah terlihat otomatis membantu memperkuat identitas sebuah brand," jelasnya, seperti dilansir Guardian.
Wasit pertandingan Maurizio Mariani (C), memimpin para ofisial pertandingan, Daniele Bindoni, Alberto Tegoni, Drew Fischer, dan Michael Barwegen ke lapangan sebelum pertandingan Grup H Piala Dunia FIFA 2026 antara Arab Saudi dan Uruguay pada 15 Juni 2026 di Stadion Miami, Miami Gardens, Florida. Foto: Icon Sportswire via Getty Images/Icon Sportswire |
Selain itu, warna pink menciptakan kontras yang kuat dengan rumput hijau lapangan sehingga lebih mudah tertangkap kamera maupun mata penonton. Odinga Nimako, Direktur Product Management Nike Football Footwear, menilai dunia sepak bola juga kini memasuki era baru dalam penggunaan warna-warna berani.
"Kami sering mendengar dari atlet dan konsumen bahwa memakai warna secerah pink membutuhkan rasa percaya diri yang tinggi. Di saat yang sama, warna ini kini semakin diterima banyak orang dan tidak lagi dianggap terlalu khusus," katanya.
Dia menambahkan, "Warnanya bisa diterima oleh audiens yang lebih luas."
Sepak Bola, Putra, Piala Dunia 2026, Norwegia vs. Senegal, Babak Kualifikasi, Grup I, Pertandingan ke-2, Stadion New York-New Jersey, Erling Haaland (Norwegia) mencetak gol keduanya untuk menjadikan skor 3-1. Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance |
Warna Pink Jadi Strategi Personal Branding
Andrew Groves, profesor Menswear Systems dari Westminster University, mengatakan hubungan sepak bola dengan warna pink sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, klub Everton pernah memakai jersey pink pada tahun 1892.
"Dunia sepak bola modern tidak lagi terfokus pada sosok atlet, tetapi juga sebuah brand dan fitur gaya hidup. Warna pink efektif untuk itu karena membuat mereka lebih mudah dikenali sebagai sebuah citra," ucapnya kepada CNN.
Sementara itu, bagi Sara, alasan utama warna ini jadi populer karena lebih mudah terlihat bahkan ketika ditonton dari jarak yang jauh.
"Warna pink diadopsi karena mampu membuat seseorang lebih menonjol. Ini warna yang tepat karena memberikan energi, terasa menyenangkan, dan menghadirkan kesan lebih menarik," pungkasnya.
(hst/hst)












































