Healing Tipis-tipis di Pulau Seribu, Cara OE Rayakan Koleksi Baru
Pada suatu siang awal Juni di pinggir pantai Asha Resort, Pulau Payung, Kepulauan Seribu, sekelompok perempuan muda berkumpul. Agenda utama hari itu, kelas reiki dan sound healing.
Jauh dari hiruk-pikuk ibukota, mereka menenangkan diri dari segala kesibukan masing-masing. Ada ibu muda berkarier, pebisnis, selebgram, dan penulis.
Mereka rela meluangkan waktu sehari atas undangan OE (Oemah Etnik), brand fashion lokal besutan Rizki Triana. Kegiatan tersebut digelar untuk menandai peluncuran koleksi terbaru OE.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiki, begitu panggilan akrab Rizki, memang ingin membuat acara perilisan yang lebih dari sekadar seremonial. Peduli dengan kesehatan mental yang selama ini sempat diabaikannya, Kiki pun ingin 'menularkan' kesadaran tersebut kepada orang-orang terdekatnya, tanpa terkecuali teman yang juga konsumen loyal OE.
Hanya 14 orang yang diundang, tapi dengan skala yang kecil diyakini akan memberi efek positif yang lebih maksimal kepada setiap individu.
Sesi sound healing. (Foto: Dok. OE) |
"Kami merasa setiap intimate session yang diadakan bisa berdampak lebih besar. Kami juga ingin membuat mereka lebih dekat dengan kami, bukan sebagai brand melainkan sebagai manusia. Dengan begitu, kami memiliki support system yang lebih banyak," ujar Kiki yang mendirikan OE pada 2013.
Hampir semua yang berpartisipasi baru berkenalan satu sama lain. Networking, kata Kiki, memang juga menjadi salah satu tujuan sesi short wellness-escape itu.
Rizki Triana, pendiri OE. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
"Pulang-pulang kita tambah 14 teman baru. Aku percaya, when we have genuine friendship, kita sama-sama dapat melangkah lebih maju," tutur alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Jurusan Komunikasi itu.
Suasana akrab kian terasa lewat busana yang mereka pakai. Tentunya, mereka bersolek dalam balutan koleksi teranyar OE yang bernuansa kuning dan biru navy. Potongan busana bervariasi, mulai dari maxi dress, crop-top, blus tanpa lengan, baby-doll berpeplum, celana panjang pipa, dan outer longgar yang rileks. Tak hanya perempuan, koleksi tersebut juga mencakup pakaian pria seperti kemeja dan celana pendek.
Vibe tropis semakin diperkuat dengan corak yang terinspirasi dari buah salak. Adapun ilham untuk warna kuning bersumber dari buah markisa. Semua motif yang menghiasi koleksi ini dibuat dengan teknik batik cap.
"Sering disebut eksotis karena hanya dapat bertumbuh di lokasi tertentu, buah tersebut merepresentasikan setiap kepribadian pemakainya yang unik dan berbeda satu sama lain," ujar Kiki.
Busana yang nyaman dipakai di tepi pantai melengkapi pengalaman yang mindful.
Ditemani suara desir ombak dan angin sepoi-sepoi, sesi reiki dan sound healing yang dipimpin oleh Jovita Ayu dan Garini Sabila dari Mestakula berlangsung dengan penuh khidmat.
Bagi sebagian, perjalanan singkat ini menjadi semacam 'detoksifikasi' dari kegaduhan yang menyulut kekhawatiran. Hari itu, pemerintah mengumumkan kenaikan harga ketika perekenomian sudah dihantam oleh nilai rupiah yang terus melemah.
"It feels so fresh yet very mindful," kata Ingrid, salah satu kolega Kiki yang mengikuti sesi tersebut.
Sesi scrapbook untuk menutup kegiatan Wellness Escape at Summer Trip 2026. (Foto: Dok. OE) |
Kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama dan membuat scrapbook. Meski kembali ke Jakarta sebelum matahari terbenam, hari itu mereka pulang dengan perasaan sukacita.
(dtg/dtg)















































