Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Koleksi Biyan Spring-Summer 2027, Menua dalam Keindahan

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 02 Jun 2026 19:36 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Biyan Spring-Summer 2027
Presentasi koleksi Biyan Spring-Summer 2027. (Foto: Dok. Biyan)
Jakarta -

Apa kesamaan Valentino, Alaia, dan Demna? Mereka sudah cukup dikenal banyak orang sebagai desainer besar hanya dengan nama depannya. Di Indonesia, Biyan pantas mendapat rekognisi serupa.

Dengan perjalanan karier yang membentang selama empat dekade lebih, nama pria bernama lengkap Biyan Wanaatmadja ini telah akrab di telinga para pencinta mode Tanah Air. Tak hanya di dalam kandang, karyanya telah melanglang buana pula hingga ke mancanegara.

Pada 20 Oktober nanti, umurnya genap 72 tahun. Namun, di usia yang kian senja, Biyan tidak menunjukkan tanda-tanda untuk melambat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presentasi koleksi busana Biyan Spring-Summer 2027 di InterContinental Hotel Jakarta, Senin (1/6/2026), menjadi bukti akan konsistensi dan dedikasi perancang kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini.

ADVERTISEMENT

Waktu acara yang bertepatan dengan hari libur Nasional untuk memperingati kelahiran Pancasila sekaligus 'long-weekend' terakhir Mei tidak menyulutkan antusiasme para tamu untuk menyaksikan langsung kreasi terbaru lini utama Biyan.

Beberapa di antaranya para figur publik seperti Luna Maya, Chelsea Islan, Nagita Slavina, Anggun, dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. All dressed-up in Biyan. Kehadiran tamu-tamu dengan gaya maksimal sekaligus membuktikan betapa berartinya Biyan bagi mereka.

Biyan Spring-Summer 2027Biyan Spring-Summer 2027. (Foto: Dok. Biyan)

Koleksi kali ini bertajuk 'Patina'. Kata ini kerap digunakan untuk menjelaskan suatu proses perubahan alami pada warna, tekstur, dan hasil akhir yang terjadi seiring bertambahnya usia kulit.

Biyan sendiri, seperti ditulis dalam catatan modenya, memaknai Patina seperti pohon besar yang tertanam kuat hingga ke akar, terus bertumbuh seiring waktu dengan pesonanya yang terbentuk melalui transformasi tiada henti.

Satu perbedaan dari presentasi terdahulu yang nyata terlihat adalah tata panggung yang sangat sederhana. Tidak ada hutan buatan seperti di peragaan Spring-Summer 2024, atau konstruksi rumah besar yang dibangun untuk peragaan Spring-Summer 2025. Tahun lalu, instalasi bunga raksasa menggantung di tengah runway.

Biyan Spring-Summer 2027Biyan Spring-Summer 2027. (Foto: Dok. Biyan)

Kali ini, hanya ruang besar serba putih dengan beberapa sudut dinding yang dihiasi lukisan pohon dan daun raksasa.

Mungkin ini salah satu bentuk kematangan seorang Biyan, merayakan keindahan dalam bentuk yang lebih sederhana? Di satu sisi, 'simplifikasi' semacam ini seakan memperlihatkan bagaimana Biyan mencoba untuk relevan dan peka terhadap situasi negeri ini sedang tidak baik-baik saja.

Perhatian pun dapat lebih terfokuskan pada 100-an set busana yang hadir dengan detail craftsmanship, permainan tekstur dan tabrak pola nan memikat khas Biyan.

Biyan Spring-Summer 2027Biyan Spring-Summer 2027. (Foto: Dok. Biyan)

Alam sekali lagi menginspirasi Biyan. Terkhusus harimau Tibet yang corak bulunya mendominasi busana dengan interpretasi yang segar, baik untuk atasan maupun bawahan.

Harmonisasi dua elemen atau lebih yang saling kontras satu sama lain dalam satu look selalu menjadi kekuatan Biyan meski kadang terasa terlalu bermain aman di zona nyaman.

Siluet yang bervariasi, mulai dari slim lines, terusan dengan dropped waist yang menciptakan kesan ringan sekaligus elegan, atasan berpeplum yang memberi lekukan pada bentuk torso, dan setelan longgar memberikan opsi lebih bagi pelanggan setianya.

Biyan Spring-Summer 2027Biyan Spring-Summer 2027. (Foto: Dok. Biyan)

Menariknya, Biyan juga mendefinisikan ulang gaya berbusana formal. Di jajaran busana pria, hadir celana pendek metalik sebagai alternatif celana panjang, yang dapat dipasangkan dengan blazer atau jas untuk acara resmi.

Tas juga menjadi primadona, mulai dari bucket bag hingga interpretasi baru dari tas pinggang. Semuanya hadir dengan elemen dekoratif yang kuat, seperti aplikasi bebatuan yang berkilauan atau tassel yang semakin memperkuat karakter elegan pemakai.

Bisa saja ini menjadi pengganti tas-tas keluaran luxury brand yang harganya terancam naik karena nilai dolar Amerika Serikat yang terus menguat.

Biyan WanaatmadjaBiyan Wanaatmadja (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Patina mencerminkan kecantikan yang diperkaya melalui waktu, di mana kedalaman dan karakter tekstil tua direimajinasikan melalui volume modern, layering, dan fluidity," ungkap Biyan.

Bicara tentang usia, sulit untuk tidak berpikir tentang masa depan Biyan sebagai sebuah label. Ketika sang desainer tidak lagi dapat berkarya, siapa yang akan menggantikannya?

(dtg/dtg)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads