Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Strategi Bertahan, Alasan Hartono Gan Garap Koleksi Busana Siap Pakai

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 11 Mei 2026 15:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hartono Gan luncurkan koleksi busana siap pakai bersama Lakon
Desainer Hartono Gan meluncurkan koleksi busana siap pakai (ready to wear) di Lakon Store Summarecon Mall Kelapa Gading. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

"It's the right moment," ujar Hartono Gan. Setelah tujuh tahun meniti karier sebagai desainer yang berfokus pada pesanan busana berbasis permintaan klien (bespoke atau made to order), ia akhirnya meluncurkan koleksi busana siap pakai (ready to wear/RTW). Sebuah ekspansi demi menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Pernyataan tersebut Hartono utarakan usai memperkenalkan koleksinya itu di Lakon Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, belum lama ini. Dalam presentasinya, 16 set busana ditampilkan.

Garis desain yang androgyny perancang asal Medan, Sumatera Utara, ini dengan pendekatan tailoring yang edgy, timeless, dan elegan, masih kental terasa. Bayangkan setelan retro tapi hadir dalam potongan yang lebih sharp dan modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartono Gan lncurkan koleksi busana siap pakai bersama LakonHartono Gan lncurkan koleksi busana siap pakai bersama Lakon Foto: Dok. Lakon

Bedanya, harga berada di kisaran 20-30 persen dari harga busana yang dibuat khusus untuk klien. "Menurut saya itu angka maksimal agar terjangkau ke lebih banyak orang dan tidak membuat kita harus mengorbankan kualitas produk," kata Hartono kepada Wolipop.

Sudah menjadi marwahnya bahwa produk busana siap pakai diproduksi dalam kuantitas yang lebih besar dengan mengedepankan keterjangkauan. Namun, bukan berarti Hartono mendesain apa adanya.

ADVERTISEMENT

Ia tetap mengedepankan fungsionalitas dan keterpakaian sesuai dengan selera konsumen yang memang sudah tak asing dengan karyanya.

"Jadi ini adalah koleksi yang mengajak orang untuk lebih tepat sasaran dalam berbelanja pakaian. Koleksi ini adalah rangkaian pakaian esensial yang dibutuhkan setiap orang," ujar perancang yang sempat tampil di Busan Fashion Week untuk menandai debutnya di panggung internasional.

Hartono Gan lncurkan koleksi busana siap pakai bersama LakonHartono Gan dan Thresia Mareta. (Foto: Dok. Lakon)

Hartono merasa sudah waktunya untuk berekspansi karena momennya terbilang tepat. Selain tren pasar sedang sesuai dengan gaya busana yang dikembangkannya sejak tujuh tahun terakhir, ia juga mendapat dukungan penuh dari JF3 Fashion Festival.

Melalui program Future Fashion Award (FFA), yang kini bernama Future Fashion Designer (FFD), ia dibantu mengembangkan kapasitas produksi, sistem operasional, hingga kesiapan masuk ke retail profesional melalui pendampingan bisnis yang terstruktur.

Menurut Thresia Mareta, Advisor JF3 sekaligus Founder LAKON Indonesia yang turut mengkurasi desainer FFD, menggarap koleksi busana siap pakai merupakan strategi bisnis yang sebenarnya tak bisa ditawar bila seorang desainer ingin labelnya bertahan.

Dengan kata lain, busana siap pakai adalah tulang punggung perekonomian sebuah jenama mode. Thresia menegaskan, sang berisiko bila seorang desainer hanya mengandalkan klien per orangan yang datang sesekali.

Desainer Indonesia Eksis di Busan Fashion Week 2025Koleksi Hartono Gan ditampilkan di Busan Fashion Week 2025. (Foto: Dok. JF3)

"Kalau kita lihat sejarah, banyak desainer dunia yang memulai dengan made to order, lalu mereka buat RTW karena memang ada kebutuhannya. Peluang bisnis lebih besar dan lebih stabil, apalagi desainer yang sudah dikenal luas," kata Thresia.

Di Indonesia, model yang sama juga sudah diaplikasikan oleh sejumlah desainer senior. Sebut saja, Biyan Wanaatmadja, Denny Wirawan, dan Sebastian Gunawan. Masing-masing memiliki lini khusus made to order dan RTW.

Ia menambahkan, selain niat yang kuat, butuh persiapan yang matang karena membangun sebuah model bisnis busana siap pakai bukan hal yang mudah. "Saya melihat Hartono Gan sangat berpotensi karena dia punya keinginan besar," ujar Thresia yang tahun lalu mendapat penghargaan Knight of the Ordre des Arts et des Lettre dari pemerintah Prancis atas kontribusinya membuka peluang bagi desainer atau label Indonesia mencapai pasar internasional.

Di luar konsep desain yang kuat, banyak faktor penentu lain untuk membuat sebuah koleksi busana siap pakai sukses. "Lokasi berjualan perlu mendapat perhatian. Desainer harus mencari tempat strategis yang memudahkan konsumen mendapatkan produknya," tambah Thresia.

Saat ini, koleksi busana siap pakai Hartono Gan tersedia di Lakon Store Summarecon Mall Kelapa Gading. Thresia mengatakan, tidak menutup kemungkinan koleksi tersebut juga akan dijual di Lakon Store Pondok Indah Mall.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads