10 Fakta MET Gala 2026, Tiket Rp 1,6 Miliar Hingga Jeff Bezos Diboikot
Senin pertama Mei yang paling dinanti para pencinta fashion akhirnya tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya, MET Gala 2026 diprediksikan bakal penuh keglamoran, tapi juga dibayangi kontroversi yang berujung seruan pemboikotan.
Tahun ini, tema besar yang diusung menyoroti hubungan erat antara mode dan seni. Lantas, bagaimana pula para tamu akan menerjemahkan tema tersebut di karpet merah?
Berikut rangkuman fakta penting seputar Met Gala 2026:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tema Pameran dan Dress Code
Dress code MET Gala selalu terinspirasi dari pameran musim semi di Costume Institute, Metropolitan Museum of Art, New York City, Amerika Serikat. Tahun ini, pameran bertajuk "Costume Art" menampilkan sekitar 200 objek seni yang dipasangkan dengan 200 busana, menyoroti keterkaitan antara seni dan mode sepanjang sejarah.
"Fashion is Art" dipilih sebagai dress code bagi tamu MET
2. Waktu Penyelenggaraan
Sudah menjadi tradisi, MET Gala selalu berlangsung pada Senin pertama Mei. Tahun ini, acara digelar pada Senin (4/5/2026) malam waktu setempat atau Selasa pagi waktu Indonesia.
Model Adut Akech di Met Gala 2025. (Foto: Michael Loccisano/GA/The Hollywood Reporter via Getty Images) |
3. Ajang Amal dengan Dana Fantastis
Met Gala bukan sekadar pesta, melainkan acara penggalangan dana untuk Costume Institute, satu-satunya departemen di museum yang membiayai dirinya sendiri. Tahun lalu, donasi mencetak rekor hingga lebih dari US$ 31 juta.
4. Deretan Host Bertabur Bintang
Tahun ini, Beyoncé menjadi salah satu co-chair, bersama aktris Nicole Kidman, atlet tenis Venus Williams, serta pemimpin redaksi Vogue Anna Wintour yang selama ini mengorganisir MET Gala. Untuk pertama kalinya Beyonce menghadiri MET Gala setelah 10 tahun absen.
Komite tuan rumah (co-chair committee) juga melibatkan desainer Anthony Vaccarello dan aktris sekaligus filmmaker Zoë Kravitz, serta sejumlah nama populer seperti Sabrina Carpenter dan Teyana Taylor.
Jeff Bezos dan Lauren Sanchez di MET Gala 2024. (Foto: Kevin Mazur/MG24/Getty Images for The Met Museum/Vogue) |
5. Kontroversi Sponsor
Nama Jeff Bezos dan Lauren Sánchez Bezos menjadi sorotan sebagai sponsor utama. Kabarnya, mereka menyumbangkan US$ 10 juta. Keterlibatan pasangan ini memicu seruan pemboikotan. Bos Amazon itu disebut menghamburkan uang di MET Gala tapi tidak memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
6. Siapa yang Absen?
Wali Kota New York Zohran Mamdani dipastikan tidak hadir. Ia mengikuti jejak sejumlah tokoh politik yang memilih absen, meski sebelumnya mantan wali kota Eric Adams pernah tampil mencolok dengan pesan sosial di busananya. Zendaya dan Meryl Streep juga dikabarkan absen.
Pameran 'Karl Lagerfeld: A Line of Beauty' yang dibuka dengan perhelatan MET Gala 2023. (Foto: Masato Onoda/WWD via Getty Images) |
7. Lokasi Pameran Baru dan Lebih Luas
Pameran 'Costume Art' akan menjadi pembuka bagi Conde M. Nast Galleries, ruang baru seluas hampir 1.100 meter persegi. Conde Nast merupakan induk perusahaan publikasi yang menaungi majalah Vogue, GQ, dan Architectural Digest.
Area ini memudahkan akses tamu dari pameran ke lokasi makan malam di Temple of Dendur, sekaligus meningkatkan pengalaman pengunjung saat pameran dibuka untuk umum pada 10 Mei.
8. Representasi Tubuh Lebih Beragam
Kurator Andrew Bolton menghadirkan pendekatan inklusif dengan menampilkan berbagai tipe tubuh yang jarang diangkat dalam sejarah seni, termasuk tubuh difabel dan bertubuh besar. Sebanyak 25 model manekin baru dibuat, dengan sembilan di antaranya berdasarkan pemindaian tubuh nyata, termasuk aktivis Sinéad Burke.
Anna Wintour di MET Gala 2023. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP) |
9. Sejarah Panjang Sejak 1948
Met Gala pertama kali digelar pada 1948 sebagai jamuan tengah malam kalangan elite Manhattan. Seiring waktu, acara ini berkembang menjadi fenomena global dan salah satu malam paling glamor di dunia.
10. Tiket Super Eksklusif
Acara ini tidak terbuka untuk umum. Undangan hanya diberikan kepada kalangan selebritas, tokoh berpengaruh, dan elite. Harga tiket individu mencapai US$ 100.000 (sekitar Rp 1,6 miliar), sementara meja untuk 10 orang mulai dari US$ 350.000.
(dtg/dtg)
















































