Chanel Berjaya Diikuti Dior, Ini 10 Brand Fashion Terpanas Awal 2026
Kuartal pertama 2026 menghadirkan dinamika baru dalam lanskap fashion global berdasarkan daftar 10 brand terpanas yang baru dirilis. Chanel dan Dior kembali masuk setelah tergeser.
Berdasarkan laporan The Lyst melalui 'The Lyst Index, peta 'the hottest brands' kini tak lagi sekadar soal popularitas sesaat, melainkan hasil dari kombinasi kompleks antara Desire, Demand, dan Discovery.
Butik Chanel di Rue 31 Cambon Paris pada awal Oktober 2025. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Metodologi ini mengolah perilaku 160 juta pengguna per tahun, sekaligus membaca sinyal dari media sosial, editorial, hingga kanal penemuan berbasis AI sebagai salah satu tolok ukur paling relevan untuk melihat arah industri fashion saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Posisi pertama ditempati oleh Chanel, yang mencatat debut kuat di peringkat teratas. Di bawah arahan kreatif Matthieu Blazy, rumah mode asal Prancis ini berhasil melakukan penyegaran tanpa kehilangan identitas klasiknya.
Produk seperti sepatu viral yang selalu sold out dan reinterpretasi flap bag menjadi bukti bahwa Chanel mampu menyeimbangkan inovasi dan kontinuitas, dua hal penting dalam membangun "brand heat" saat ini.
Masuk di posisi ketiga, Dior menunjukkan kekuatan pada konsistensi visual dan storytelling. Di era ketika discovery semakin dipengaruhi AI, kejelasan identitas brand menjadi kunci. Dior berhasil tampil selaras di berbagai kanal, mulai dari runway hingga digital, membentuk pengalaman yang kohesif bagi audiens global.
Sementara itu, Gucci menjadi brand dengan lonjakan tertinggi, naik empat peringkat. Debut Demna menghadirkan respons yang terpolarisasi, namun justru di situlah letak daya tariknya. Dengan pendekatan yang lebih berani dan indulging, Gucci memanfaatkan perbincangan budaya, dari tren looksmaxxing hingga konsep buy now, wear now, untuk mendorong demand secara signifikan.
Salah satu insight paling menarik dari laporan ini adalah perubahan perilaku konsumen. Kini, orang tidak sekadar mencari produk, tetapi membeli narasi. Contohnya terlihat dari kebangkitan gaya minimalis '90-an yang dipicu oleh figur seperti Carolyn Bessette-Kennedy. Pencarian untuk black turtleneck melonjak drastis, sementara denim lurus kembali diminati.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perjalanan konsumen semakin "reference-led"-dimulai dari inspirasi budaya, lalu berujung pada pembelian. Bahkan item spesifik seperti Kangol flat cap bisa langsung melejit hanya karena muncul dalam konteks yang tepat.
Berikut daftar 10 besar brand terpanas kuartal pertama 2026:
1. Chanel (baru)
2. Saint Laurent (-1)
3. Dior (baru)
4. Miu Miu (-2)
5. Gucci (+4)
6. Ralph Lauren (-2)
7. Prada (-2)
8. Coach (-2)
9. Burberry (-1)
10. COS (-7)














































