Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Chanel Berjaya Diikuti Dior, Ini 10 Brand Fashion Terpanas Awal 2026

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 04 Mei 2026 11:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

PARIS, FRANCE - OCTOBER 06: (EDITORIAL USE ONLY - For Non-Editorial use please seek approval from Fashion House)  A model walks the runway during the Chanel Womenswear Spring/Summer 2026 show as part of Paris Fashion Week on October 06, 2025 in Paris, France.  (Photo by Kristy Sparow/Getty Images)
Koleksi perdana Matthieu Blazy sebagai direktur artistik Chanel. (Foto: Kristy Sparow/Getty Images)
Jakarta -

Kuartal pertama 2026 menghadirkan dinamika baru dalam lanskap fashion global berdasarkan daftar 10 brand terpanas yang baru dirilis. Chanel dan Dior kembali masuk setelah tergeser.

Berdasarkan laporan The Lyst melalui 'The Lyst Index, peta 'the hottest brands' kini tak lagi sekadar soal popularitas sesaat, melainkan hasil dari kombinasi kompleks antara Desire, Demand, dan Discovery.

Butik Chanel di Rue 31 Cambon Paris pada awal Oktober 2025. Di sini, Gabrielle 'Coco' Chanel pernah tinggal.Butik Chanel di Rue 31 Cambon Paris pada awal Oktober 2025. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Metodologi ini mengolah perilaku 160 juta pengguna per tahun, sekaligus membaca sinyal dari media sosial, editorial, hingga kanal penemuan berbasis AI sebagai salah satu tolok ukur paling relevan untuk melihat arah industri fashion saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi pertama ditempati oleh Chanel, yang mencatat debut kuat di peringkat teratas. Di bawah arahan kreatif Matthieu Blazy, rumah mode asal Prancis ini berhasil melakukan penyegaran tanpa kehilangan identitas klasiknya.

Produk seperti sepatu viral yang selalu sold out dan reinterpretasi flap bag menjadi bukti bahwa Chanel mampu menyeimbangkan inovasi dan kontinuitas, dua hal penting dalam membangun "brand heat" saat ini.

ADVERTISEMENT

Masuk di posisi ketiga, Dior menunjukkan kekuatan pada konsistensi visual dan storytelling. Di era ketika discovery semakin dipengaruhi AI, kejelasan identitas brand menjadi kunci. Dior berhasil tampil selaras di berbagai kanal, mulai dari runway hingga digital, membentuk pengalaman yang kohesif bagi audiens global.

Sementara itu, Gucci menjadi brand dengan lonjakan tertinggi, naik empat peringkat. Debut Demna menghadirkan respons yang terpolarisasi, namun justru di situlah letak daya tariknya. Dengan pendekatan yang lebih berani dan indulging, Gucci memanfaatkan perbincangan budaya, dari tren looksmaxxing hingga konsep buy now, wear now, untuk mendorong demand secara signifikan.

Salah satu insight paling menarik dari laporan ini adalah perubahan perilaku konsumen. Kini, orang tidak sekadar mencari produk, tetapi membeli narasi. Contohnya terlihat dari kebangkitan gaya minimalis '90-an yang dipicu oleh figur seperti Carolyn Bessette-Kennedy. Pencarian untuk black turtleneck melonjak drastis, sementara denim lurus kembali diminati.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perjalanan konsumen semakin "reference-led"-dimulai dari inspirasi budaya, lalu berujung pada pembelian. Bahkan item spesifik seperti Kangol flat cap bisa langsung melejit hanya karena muncul dalam konteks yang tepat.

Berikut daftar 10 besar brand terpanas kuartal pertama 2026:
1. Chanel (baru)
2. Saint Laurent (-1)
3. Dior (baru)
4. Miu Miu (-2)
5. Gucci (+4)
6. Ralph Lauren (-2)
7. Prada (-2)
8. Coach (-2)
9. Burberry (-1)
10. COS (-7)

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads