Pameran Terbesar Baju Ratu Elizabeth II, Ada Koleksi yang Belum Terekspos
Tepat pada 21 April mendatang menjadi perayaan ulang tahun ke-100 Queen Elizabeth II. Untuk mengenang sosoknya, Royal Collection Trust menggelar pameran busana terbesar dari koleksi pribadi sang pemimpin monarki Inggris terlama tersebut.
Berlangsung pada 10 April hingga 18 Oktober 2026 di King's Gallery, Istana Buckingham, London, pameran bertajuk 'Queen Elizabeth II: Her Life in Style' ini menyuguhkan deretan pakaian yang merekam berbagai fase kehidupan Ratu selama satu abad. Mulai dari masa bayi dan remaja, periode sebagai putri, hingga akhirnya naik takhta sebagai ratu.
Koleksi gaun Ratu Elizabeth II di pameran 'Queen Elizabeth II: Her Life in Style'. (Foto: REUTERS/Toby Melville) |
Dilansir dari Royal Collection Trust, ekshibisi ini menyertakan sekitar 300 busana, aksesori, dan sketsa busana. Banyak di antaranya belum pernah dipamerkan sebelumnya. Skala pameran ini pun disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah yang pernah didedikasikan untuk gaya busana sang Ratu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fashion memang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Elizabeth II, terutama dalam menjalankan tugas kenegaraan. Sebagai figur publik, ia dituntut tampil sempurna di setiap kesempatan. Lebih dari sekadar estetika, busana juga ia manfaatkan sebagai alat diplomasi yang halus namun efektif.
Salah satu contohnya terjadi pada 1961, sembilan tahun setelah penobatannya, ketika ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Pakistan. Dalam jamuan resmi di Islamabad, Ratu tampil dalam balutan gaun putih berbahan duchesse satin yang memancarkan keanggunan. Sang desainer, Norman Hartnell, menambahkan aksen hijau pada bagian strap sebagai penghormatan kepada negara tuan rumah, selaras dengan warna bendera Pakistan.
Sketsa desain gaun Ratu Elizabeth II karya Norman Hartnell turut dipamerkan. (Foto: REUTERS/Toby Melville) |
Sentuhan simbolis juga terlihat saat kunjungannya ke Jepang pada 1975. Ratu mengenakan gaun biru dengan detail aplikasi bunga sakura di bagian lengan dan rok-ikon khas Negeri Matahari Terbit.
Salah satu highlight utama dalam pameran ini tentu saja gaun penobatan tahun 1953 yang juga dirancang oleh Hartnell. Gaun tersebut dibuat dari sutra produksi Kent dan dihiasi bordir rumit dengan manik-manik emas, kristal, dan mutiara. Lebih dari sekadar karya adibusana, gaun ini sarat makna simbolis yang menjadi ciri khas gaya Elizabeth II.
Gaun yang dipakai Ratu Elizabeth II saat penobatannya. (Foto: Tristan Fewings/Getty Images) |
Di dalamnya terdapat lambang floral dari empat negara Britania Raya-mawar Tudor Inggris, thistle Skotlandia, daun bawang Wales, dan shamrock Irlandia-serta tambahan simbol negara-negara Persemakmuran seperti daun maple Kanada dan bunga lotus India atas permintaan langsung sang Ratu.
Pameran ini juga menyertakan koleksi yang lebih personal, termasuk gaun baptis yang untuk pertama kalinya ditampilkan. Saat dibaptis pada Mei 1926, Ratu memakai terusan yang diwariskan turun temurun sejak 185 tahun lalu.
"Sebagai pakaian pertama yang dikenakan oleh Ratu, serta oleh banyak bayi kerajaan sebelum dan sesudahnya, busana ini memiliki tempat istimewa dalam koleksi pribadinya. Kami merasa gembira dapat membagikannya kepada sebanyak mungkin orang pada tahun peringatan seabad ini," ujar Caroline de Guitaut, kurator pameran tersebut, dalam keterangan resminya.
Dari keseluruhan koleksi, terlihat benang merah yang menggambarkan bagaimana busana dirancang sesuai kebutuhan setiap peran dan kesempatan. Elizabeth II dikenal sangat memahami pentingnya berpakaian tepat untuk tugas resmi, termasuk memilih warna-warna cerah agar tetap terlihat di tengah kerumunan besar.
Baju baptis Ratu Elizabeth II yang sudah berusia hampir 200 tahun. (Foto: Tristan Fewings/Getty Images) |
"Pertimbangannya lebih kepada kepraktisan," ujar Ben Pimlott, mantan staf sekaligus penulis buku biografi Ratu, seperti dikutip The New Yorker. Ia menambahkan, "Ratu hanya ingin memakai baju yang nyaman dan tidak terlalu mahal, agar tidak menimbulkan kontroversi," katanya.
Topi pun menjadi elemen wajib dalam busana siangnya-biasanya tanpa pinggiran lebar atau dengan desain yang tidak menutupi wajahnya.
Gaya elegan dan khas yang dimiliki Elizabeth II, baik saat menjalankan tugas resmi maupun di momen kasual, telah meninggalkan pengaruh besar dalam dunia mode. Warisannya terasa hingga kini, menginspirasi desainer global seperti Miuccia Prada, Alessandro Michele, Erdem Moralioglu, hingga Richard Quinn.
Topi-topi mendiang Ratu Elizabeth II di pameran 'Queen Elizabeth II: Her Life in Style'. (Foto: REUTERS/Toby Melville) |
Melalui pameran ini, publik diajak menyelami bukan hanya evolusi gaya seorang ratu, tetapi juga bagaimana fashion menjadi bahasa yang kuat dalam menyampaikan identitas, diplomasi, dan warisan budaya.
(dtg/dtg)

















































