Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Stella McCartney dan H&M Rilis Baju Sustainable, Kritik Dunia Fashion Elitis

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 17 Apr 2026 14:45 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

PARIS, FRANCE - OCTOBER 04: (EDITORIAL USE ONLY - For Non-Editorial use please seek approval from Fashion House) A model walks the runway during the Stella Mc Cartney Spring/Summer 2022 show as part of Paris Fashion Week on October 04, 2021 in Paris, France. (Photo by Kristy Sparow/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kristy Sparow
London -

Stella McCartney kembali berkolaborasi dengan H&M untuk meluncurkan koleksi terbaru yang mengusung konsep sustainable fashion.

Kerja sama ini menjadi proyek kedua McCartney bersama brand high street tersebut setelah sukses besar lebih dari dua dekade lalu.

Dikenal sebagai desainer yang konsisten menolak penggunaan kulit, bulu, dan material hewani lainnya, McCartney membawa pendekatan ramah lingkungan ke koleksi ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu item andalannya adalah kaus bertuliskan "Rock Royalty" yang terinspirasi dari gaya yang ia kenakan di Met Gala 1999, sekaligus penghormatan kepada ayahnya, Paul McCartney. Selain itu, koleksi ini juga menampilkan tailoring modern seperti blazer pinstripe oversized dan celana berbahan wol dengan standar keberlanjutan yang lebih bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya, McCartney menegaskan bahwa koleksi ini bertujuan membuka akses fashion berkelanjutan ke pasar yang lebih luas."Aku benci betapa elitisnya industri fashion. Aku ingin audiens yang lebih muda dan lebih luas bisa mengakses desainku. Banyak orang bilang mereka suka, tapi tidak mampu membelinya," ujarnya.

PARIS, FRANCE - SEPTEMBER 30: A model walks the runway during the Stella McCartney Ready to Wear Spring/Summer 2026 fashion show as part of the Paris Fashion Week on September 30, 2025 in Paris, France. (Photo by Victor VIRGILE/Gamma-Rapho via Getty Images)Koleksi Stella McCartney Ready to Wear Spring/Summer 2026. (Foto: Victor VIRGILE/Gamma-Rapho via Getty Images)

Koleksi ini juga menghadirkan versi baru dari tas ikonik Falabella-yang dikenal sebagai "vegan it-bag" sejak pertama kali dirilis pada 2009-kini dibuat menggunakan polyamide daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. McCartney menekankan bahwa meski tidak masuk kategori fast fashion termurah, koleksi ini tetap menjadi langkah menuju aksesibilitas yang lebih inklusif.


"Ini memang bukan yang paling murah, karena ada harga yang harus dibayar untuk melakukan sesuatu yang baik. Tapi ini adalah area akses bagi lebih banyak orang," katanya.

Tak hanya fokus pada desain, koleksi ini juga membawa edukasi. Setiap item dilengkapi label yang menjelaskan material yang digunakan, mulai dari manik-manik berbahan 80% kaca daur ulang hingga jaket efek python yang dibuat dari plastik berbasis limbah minyak nabati dan pertanian.

Kolaborasi ini juga menuai kritik. Beberapa pihak menilai kerja sama dengan brand fast fashion seperti H&M sebagai bentuk greenwashing, mengingat skala produksi mereka yang masif. Pada 2022, investigasi oleh Quartz bahkan menyebut klaim lingkungan H&M sebagai "menyesatkan" dan "tidak akurat".

Menanggapi hal tersebut, McCartney mengakui sempat ragu saat pertama kali diajak bekerja sama. Namun ia melihat kolaborasi ini sebagai peluang untuk membawa perubahan dari dalam industri.
"Aku sempat bertanya apakah ini harus dilakukan atau tidak. Tapi akhirnya aku merasa lebih baik masuk dari dalam dan berdialog dengan mereka yang mungkin dianggap 'the devil', lalu mencoba mengubahnya menjadi lebih sadar lingkungan," ungkapnya.

Sementara itu, penasihat kreatif H&M, Ann-Sofie Johansson, menyebut McCartney sebagai sosok yang berperan dalam mendorong penggunaan material lebih ramah lingkungan di perusahaan, seperti kapas organik dan bahan daur ulang.

Meski H&M telah melakukan berbagai inisiatif seperti layanan perbaikan pakaian dan program daur ulang, laporan pada 2023 menemukan adanya pembuangan pakaian bekas dari brand besar, termasuk H&M, di kawasan lahan basah terlindungi di Ghana.

Bagi McCartney, langkah kecil tetap berarti dalam perjalanan panjang menuju industri fashion yang lebih bertanggung jawab. "Fashion adalah salah satu industri paling merusak bagi planet ini, dan aku mencoba membawa kesadaran itu ke high street," tutupnya.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads