Terlihat Mencolok, Ternyata Ini Fungsi Penting Baju Oranye Astronaut
Sebelum roket misi Artemis II meluncur, momen bersejarah tersebut diawali dengan penampilan empat antariksawan dalam baju astronaut. Warna oranye yang mencolok langsung sukses mengalihkan perhatian pada mereka.
Jeremy Hansen, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch memakai pakaian khusus yang dinamai Orion Crew Survival System saat menuju kapsul Orion yang akan mengangkut mereka ke luar angkasa dari Bandar Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat, pada Rabu (1/4/2026). Kehadiran mereka langsung terdeteksi dari kejauhan berkat warna jingga terang 'seragam' tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu saja alasan pemilihan warna oranye untuk baju astronaut Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) jauh dari pertimbangan estetika. Apalagi bila dikaitkan dengan tren menyusul euforia iPhone 17 Pro 'Cosmic Orange' dan film 'Marty Supreme' (intip gaya Timothee Chalamet saat mempromosikannya).
NASA memilihnya karena faktor keamanan. "Warna oranye yang terang itu untuk membuat para kru lebih mudah terlihat di laut," tulis NASA di salah satu unggahan akun Instagram resminya tentang spesifikasi baju awak Artemis II.
Kru misi Artemis II. (Foto: REUTERS via NASA TV) |
Laut menjadi destinasi yang dituju usai kru menuntaskan misi Artemis II yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari itu. Kapsul yang membawa mereka kembali ke bumi akan mendarat di salah satu permukaan laut. Andaikan pendaratan tidak berjalan mulus, warna oranye yang terang akan memudahkan tim penyelamat untuk menemukan mereka.
Bencana Challenger pada 1986 yang mendorong NASA untuk mengevaluasi standar keselamatannya hingga akhirnya mengganti warna baju kru misi mereka ke luar angkasa dengan warna oranye.
Di jalanan, kita lumrah melihat perangkat keselamatan lalu-lintas seperti safety cone diberi warna tersebut. Dalam dunia arsitektur, Irving Morrow memilih jingga untuk Jembatan Golden Gate yang tersohor itu karena memiliki visibilitas lebih baik di tengah kabut.
Secara formal, warna yang menjadi pilihan NASA dikenal sebagai International Orange. Kamus Merriam-Webster, seperti dilansir dari New York Times, mendeskripsikannya sebagai "a vivid reddish orange", lebih dalam dari jingga lainnya.
Timothée Chalamet dan Kylie Jenner dalam balutan busana serba oranye di premier 'Marty Supreme' pada Desember 2025. (Foto Michael Buckner/Variety via Getty Images) |
Perjalanan Artemis II ke Bulan merupakan perjalanan di luar orbit Bumi pertama yang dilakukan manusia sejak 1972.
Seiring komitmennya pada pengembangan eksplorasi keantariksawan, NASA juga terus berinovasi dengan pakaian krunya. Untuk misi Artemis II, kostum didesain khusus sehingga dapat berfungsi seperti alat pendukung hidup bilamana diperlukan. Pakaian tersebut dapat membantu astronaut bertahan hidup selama 144 jam.
Dua tahun lalu, NASA juga memperkenalkan pakaian buah kolaborasinya dengan rumah mode Prada untuk misi Artemis III. Dari catwalk menuju moonwalk....
(dtg/dtg)














































