Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Dari Tenun Sisa Jadi Koleksi Bermakna Demi Dukung Pendidikan Anak Indonesia

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 02 Apr 2026 16:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Koleksi One Fine Sky (OFS) x Cita Tenun Indonesia (CTI) yang diluncurkan pada Maret 2026.
Koleksi 'Weaving the Sky' persembahan Cita Tenun Indonesia (CTI) dan One Fine Sky (OFS). (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Kain tenun sisa dari para desainer mitra Cita Tenun Indonesia (CTI) mendapat 'kehidupan kedua'. Setelah diolah kembali, nilai kain tersebut tak sekadar bertambah, tapi juga lebih bermakna karena bertujuan untuk mendukung upaya pendidikan anak Indonesia di daerah terpencil.

Kain tersebut menghiasi koleksi kaus buah kolaborasi CTI dan One Fine Sky (OFS) yang diluncurkan baru-baru ini. Berdiri sejak 2017, OFS yang digawangi salah satunya oleh desainer interior kenamaan Yuni Jie bergerak dengan misi sosialnya membuka akses seragam sekolah gratis bagi anak-anak yang kurang mampu.

Dalam menjalankan misi tersebut, OFS rutin berkolaborasi dengan pelaku industri kreatif lintas bidang termasuk desainer mode seperti Biyan Wanaatmadja, Obin, dan Ria Miranda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi One Fine Sky (OFS) x Cita Tenun Indonesia (CTI)Peluncuran koleksi Weaving the Sky. (Foto: Dok. One Fine Sky)

ADVERTISEMENT

Kali ini, dalam proyek bersama CTI yang bertajuk 'Weaving the Sky', OFS bersinergi dengan 13 desainer sekaligus. Pada 2018, kolaborasi OFS dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) sebetulnya melibatkan lebih banyak desainer, yakni 36 orang.

Namun bagi Yuni, kerja sama dengan CTI tak kalah berkesan karena mengangkat wastra yang merupakan warisan budaya. Terlebih kain tenun yang digunakan dalam bentuk perca yang nyaris terbuang sehingga ikut membantu upaya mengurangi dampak negatif fashion terhadap lingkungan. Industri mode masih menyandang status sebagai salah satu penyumbang terbesar polusi di dunia.

"Yes, elevated tenun waste," ujar Yuni yang kepada Wolipop selepas acara peluncuran koleksi tersebut di Savvavasa Marketing Gallery Jakarta.

Tenunnya pun beragam mengingat rekam jejak CTI yang telah melakukan pembinaan di 28 kabupaten di 14 provinsi sejak didirikan pada 2008. Mulai dari Sumba Timur, Sambas, Jepara, Garut, Putusibau (Kalimantan Barat), Bali, hingga Makassar.

Koleksi One Fine Sky (OFS) x Cita Tenun Indonesia (CTI) yang diluncurkan pada Maret 2026.Koleksi Weaving the Sky versi Moral. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Semakin berwarna lagi karena perancang yang terlibat masing-masing memiliki garis desain atau DNA tersendiri. Ada Eridani, Jeffry Tan, Danjyo Hiyoji, Fbudi, Alto Prioject, Amotsyamsurimuda, dan Moneymanworks. Tidak ketinggalan Danny Satriadi, Wilsen Willim, The Rizkianto, Moral, yang koleksi kolaborasinya bersama CTI naik pentas di Jakarta Fashion Week 2026 tahun lalu.

Setiap perancang diberi kesempatan untuk berkreasi dengan kaus berwarna hitam, alih-alih baju putih atau palet cerah lain yang telah menjadi ciri khas OFS.

"Kalau hitam, versatile atau gampang dipadukan dengan tenun warna apapun. Selain itu, perawatannya juga lebih mudah," ungkap Yuni.

Meski menghiasi kaus hitam berlogo awan khas OFS terlihat sederhana, Wilsen Willim yang menggarapnya dengan tenun dari Putusibau merasa cukup tertantang.

Koleksi One Fine Sky (OFS) x Cita Tenun Indonesia (CTI) yang diluncurkan pada Maret 2026.Karya Wilsen Willim untuk koleksi kolaborasi One Fine Sky dan Cita Tenun Indonesia. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Bagian tersulitnya adalah mencari batas titik. Bagaimana saya mengolahnya seefisien mungkin agar produk akhirnya nggak terlalu mahal. Tekniknya nggak terlalu rumit, tapi baju harus terlihat mahal," tutur Wilsen yang menyediakan dua pilihan kaus. Ia mengolah tenun menjadi dekorasi berbentuk pin wheel khas labelnya.

Harga rata-rata setiap kaus kreasi para desainer harus berada di kisaran Rp 1,2 juta. Pada hari peluncuran koleksi, hampir semua kaus terjual. Satu kaus akan dikonversikan menjadi tiga seragam sekolah.

Sejauh ini, OFS telah mendistribusikan 29.408 set seragam. Angka tersebut akan bertambah menyusul penjualan koleksi 'Weaving the Sky'.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads