Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Fashion Baru Favorit Gen Z: Buku Mini Jadi Bag Charm

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Rabu, 01 Apr 2026 21:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Buku mini jadi statement gaya.
Buku mini jadi statement gaya. Foto: Dok. Coach
Jakarta -

Gen Z kini jadi salah satu penentu arah tren di dunia fashion. Generasi ini dikenal cepat menangkap tren dan kerap diperhitungkan brand maupun desainer sebagai penggerak pasar.

Belakangan, Gen Z menjadikan aksesori tas untuk mengekspresikan diri. Setelah tren bag charm, kini mereka menjadikan buku sebagai fashion statement.

Menariknya, buku tidak disimpan di tas, tapi jadi hiasan di luar. Ukuran buku dibuat mini dan dilengkapi halaman yang benar-benar bisa dibaca, sehingga berfungsi juga sebagai bag charm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tren ini bahkan sudah masuk ke lini luxury. Brand affordable luxury Coach menghadirkan koleksi Spring/Summer 2026 bertajuk 'Explore Your Story', yang menampilkan bag charm berbentuk buku mini.

Desainnya dibuat menyerupai buku sungguhan, lengkap dengan teks di dalamnya. Konsep ini berangkat dari meningkatnya ketertarikan terhadap storytelling panjang di tengah budaya digital yang serba cepat dan instan.

ADVERTISEMENT

"Di dunia yang dipenuhi distraksi digital dan ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang melihat buku sebagai ruang untuk berhenti sejenak, refleksi diri, dan menemukan rasa keterhubungan," ujar Chief Marketing Officer Coach Joon Silverstein, seperti dilansir Korea Herald.

Buku mini jadi statement gaya.Buku mini jadi statement gaya. Foto: Dok. Coach

Ada total 12 judul buku mini yang dihadirkan, dan langsung terjual habis di sejumlah tempat, termasuk Korea Selatan dan Amerika Utara. Bag charm berbentuk buku ini diperkirakan akan tersedia lebih luas pada awal April 2026.

Di sisi lain, minat membaca di kalangan usia 20-an juga menunjukkan peningkatan. Laporan terbaru dari Kementerian Kebudayaan Korea menunjukkan bahwa kelompok usia ini menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan tingkat membaca, di tengah tren penurunan minat baca pada orang dewasa secara umum.

Fenomena ini mendorong penerbit untuk berinovasi, termasuk menghadirkan buku dalam format baru yang lebih kecil dan estetik. Tak hanya sebagai bacaan, buku kini juga diposisikan sebagai objek desain sekaligus koleksi-yang bisa dikenakan sebagai bagian dari gaya personal.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads