Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kritikan Stella McCartney untuk 'High Fashion' yang Merusak Alam

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 01 Apr 2026 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A model presents a creation by designer Stella McCartney as part of her Fall/Winter 2026/2027 Womens ready-to-wear collection show during Paris Fashion Week in Paris, March 4, 2026. REUTERS/Stephane Mahe
Stella McCartney usai mempresentasikan koleksinya di Paris Fashion Week awal Maret ini. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)
London -

Baru beberapa pekan lalu menerima penghargaan dari Presiden Prancis, sosok Stella McCartney kembali dirayakan. Kali ini, desainer asal Inggris itu mendapat pengakuan atas komitmennya pada mode berkelanjutan.

Stella masuk dalam jajaran individu yang diganjar Time Earth Awards 2026. Digelar pertama kali empat tahun lalu, ajang penghargaan besutan majalah Time ini digelar untuk mengapresiasi individu yang berkontribusi dalam menekan dampak pemanasan global dan perubahan iklim.

Aktris Cate Blanchett hadir secara khusus untuk mempersembahkan penghargaan tersebut kepada Stella di panggung. Tentunya, pemenang Oscar itu mengenakan busana rancangan Stella sebagai bentuk penghormatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Stella McCartney dan Cate BlanchettStella McCartney dan Cate Blanchett Foto: Dok. Time

Terusan sheath-dress biru berpeplum dari koleksi Fall 2026 itu terbuat dari material viscose yang diklaim 'ramah-hutan'. Busana motif polkadot itu secara langsung mewakili advokasi Stella yang vokal dalam menyuarakan fashion ramah lingkungan.

"Kami senantiasa berinvestasi pada inovator yang membentuk ulang masa depan material," ujar Stella di perhelatan yang berlangsung di London, Inggris, itu baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

Tahun ini sekaligus menandai seperempat abad label Stella McCartney yang didirikannya eksis. Hengkang dari rumah mode Prancis Chloe pada 2001 setelah tiga tahun menjabat sebagai direktur kreatifnya, ia memberanikan diri untuk mendirikan label fashion yang sesuai dengan prinsipnya bahwa mode tak seharusnya merusak alam.

Sejak kecil, putri musisi legendaris Paul McCartney itu memang sudah terbiasa hidup bersandingan dengan alam terbuka karena tinggal di sebuah desa kecil di Inggris sehingga membentuk kepeduliannya.

A model presents a creation by designer Stella McCartney as part of her Fall/Winter 2026/2027 Women's ready-to-wear collection show during Paris Fashion Week in Paris, March 4, 2026. REUTERS/Stephane MaheKoleksi Stella McCartney Fall/Winter 2026/2027. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

"Aku sangat beruntung bisa tumbuh di tengah keluarga yang sangat mencintai dan menghormati bumi," katanya.

Dalam membuat pakaian, Stella yang seorang vegetarian sebisa mungkin menghindari pemakaian produk hewani seperti kulit, bulu, dan bagian rambut.

"Kami mencoba berkarya dengan sutra laba-laba yang dikembangkan di dalam lab. Kami juga sudah membuat tas berbahan jamur, dan kami mengubah limbah apel menjadi sepatu," ungkap Stella tentang sejumlah pencapaiannya dalam menghadirkan alternatif produk bahan fashion.

Kehadiran perempuan 54 tahun itu dengan idealismenya secara tidak langsung menginspirasi desainer generasi baru di seluruh dunia untuk lebih peduli lingkungan. Di Indonesia, ada Chitra Subyakto pernah menyebut Stella sebagai salah satu panutan dalam mendirikan Sejauh Mata Memandang, jenama slow fashion berkearifan lokal.

Di hadapan para tamu, Stella mengkritik bagaimana 'high fashion' dijadikan tameng untuk mengeksploitasi alam, mulai dari penebangan hutan hingga pemakaian pewarnaan kimiawi yang kemudian mencemari lingkungan sekitarnya.

Ia pun menyerukan perubahan industri mode secara radikal demi memastikan bumi yang aman bagi anak-cucu

"Kita bisa, dan memang harus, untuk menjadi lebih baik," kata ibu empat anak itu.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads