Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Belanja Bijak Perhiasan Jelang Lebaran Setelah Kasus Penyegelan Tiffany & Co.

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 02 Mar 2026 08:24 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Toko Perhiasan The Palace di Lippo Mall Nusantara
Koleksi perhiasan dipajang di toko The Palace cabang Lippo Mall Nusantara Jakarta. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Penyegelan toko perhiasan Tiffany & Co. di beberapa mal Jakarta baru-baru ini menunjukkan bahwa nama besar tak menjamin produk yang dijual sah atau sesuai ketentuan berlaku. Konsumen pun diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum membeli perhiasan, terutama emas yang belakangan diminati sebagai salah satu instrumen investasi.

"Kalau diamati, kasus tersebut terkait kelegalan supply chain. Bagi konsumen yang sangat mementingkan legitimasi produk yang dibeli, tentu faktor ini perlu mendapat perhatian khusus," ujar Chikita Rosemarie selaku Public Relations Manager PT Central Mega Kencana (CMK) di The Palace Lippo Mall Nusantara baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT CMK menaungi merek perhiasan besar lokal seperti Mondial, Frank & co., The Palace, dan layanan jual-beli emas Lakuemas.

Sementara itu, Tiffany & Co. berasal dari Amerika Serikat dan dimiliki oleh LVMH, induk perusahaan dari beberapa rumah mode dunia seperti Louis Vuitton dan Christian Dior.

ADVERTISEMENT

Bea Cukai menutup Tiffany & Co. lantaran diduga menjual barang yang tidak sesuai perizinan. Penjualan secara ilegal tentu berpotensi merugikan, tak hanya negara, tapi juga konsumen.

Menurut Chiki, perhiasan sebagai barang yang bernilai erat kaitannya dengan kesakralan. Terlihat ketika momen penting seperti pernikahan atau lamaran selalu ditandai dengan memberikan perhiasan sebagai simbol cinta.

Toko Perhiasan The Palace di Lippo Mall NusantaraPengunjung melihat koleksi perhiasan di toko The Palace. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Maka ada baiknya, kata dia, membeli produk perhiasan di tempat yang benar-benar menjalankan usahanya dengan legal agar tidak 'menodai' sakralitas sebuah perhiasan.

"Carilah brand yang secara etika bisnis benar. Responsible sourcing, kuncinya. Pastikan bahan baku didapat dari sumber-sumber yang bertanggung jawab dan memenuhi standar ESG (Environmental Social Governance) dan sebagainya," saran Chikita.

PT CMK memproduksi barangnya di Indonesia. Namun, sejumlah raw material didatangkan dari luar negeri.
Ia pun memastikan, bahan baku tersebut dari importir resmi. "Selama 30 tahun beroperasi, kami pun diaudit secara berkala," katanya.

Investasi Emas Jelang Lebaran

Mendekati Idul Fitri, tren pembelian perhiasan cenderung mengalami peningkatan. Emas pada khususnya menawarkan daya tarik tersendiri karena dapat dimanfaatkan sebagai investasi.

"Banyak orang memanfaatkan periode ini untuk mulai menabung emas atau menambah simpanan, apalagi setelah Ramadan saat kebutuhan sudah lebih terencana," ujar Brand Manager Lakuemas Esther Napitupulu.

Menurut Esther, polanya cenderung konsisten dari tahun ke tahun, meskipun besarannya bisa berbeda. Pergerakan ini biasanya ikut dipengaruhi oleh harga emas global dan sentimen pasar, jadi tidak selalu sama setiap Lebaran, tapi tetap terlihat lebih aktif dibanding bulan-bulan biasa.

Toko Perhiasan The Palace di Lippo Mall NusantaraChikita Rosemarie selaku Public Relations Manager PT Central Mega Kencana (CMK), bersama Brand Manager The Palace Jeweler Winny Melita dan Brand Manager Lakuemas Esther Napitupulu. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Memanfaatkan momen bulan puasa, Lakuemas meluncurkan program promo Ketupat Emas untuk menjawab kebutuhan masyarakat untuk menjalankan tradisi gifting Ramadan dengan menghadirkan nilai lebih melalui kombinasi perhiasan dan emas digital sebagai bentuk hadiah yang bermakna, relevan, dan bernilai jangka panjang.

Lakuemas hadir sebagai platform yang omni-channel sehingga sangat fleksibel untuk melakukan transaksi emas digital maupun emas fisik. Diungkapkan Esther, peminat emas digital banyak yang datang dari generasi Z beberapa tahun terakhir.

"Emas digital lebih pas buat mereka yang berpikir investasi jangka panjang. Harga awal terjangkau, mereka nggak perlu repot memikirkan simpan di mana," katanya.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads