Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tobatenun Gaet Itang Yunasz, Ubah Tenun Batak Jadi Raya Modest Wear Mewah

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Kamis, 12 Feb 2026 17:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Tobatenun rilis koleksi RAYA, transformasi Tenun Batak & Abit Godang karya desainer ternama seperti Itang Yunasz untuk busana Ramadan 1447 H yang modern.
Foto: Gresnia/Wolipop
Jakarta -

Tobatenun memperkenalkan koleksi kolaboratif yang menjembatani kemegahan Tenun Batak dengan modest wear. Gelaran ini menjadi panggung bagi Abit Godang, wastra historis dari Tapanuli Selatan yang membawa pesan akulturasi dan kehangatan silaturahmi.

Koleksi ini menjadi istimewa karena melibatkan kurasi desainer lintas generasi. Pionir modest wear, Itang Yunasz, menerjemahkan kekuatan Tenun Batak ke dalam deretan busana muslim mewah. Eksplorasinya mencakup penggunaan Tenun ATBM yang terinspirasi dari motif Ragi Hotang hingga sentuhan Sadum dalam rona biru yang menenangkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tobatenun rilis koleksi RAYA, transformasi Tenun Batak & Abit Godang karya desainer ternama seperti Itang Yunasz untuk busana Ramadan 1447 H yang modern.Tobatenun rilis koleksi RAYA, transformasi Tenun Batak & Abit Godang karya desainer ternama seperti Itang Yunasz untuk busana Ramadan 1447 H yang modern. Foto: Gresnia/Wolipop.

Di sisi lain, pendekatan eksperimental hadir melalui label fbudi oleh Felicia Budi. Dengan garis desain demi-couture yang kuat, ia membawa filosofi mendalam tentang keterhubungan antar-generasi.

Felicia Budi, mengisahkan keterhubungan jiwa antar generasi, kehangatan interaksi koleksi kolaborasi dengan Tobatenun ini menangkap nilai marsiadapari, bekerja dan berjalan bersama kala 'Merayakan Ritual Kebersamaan dan Keterhubungan' dalam kehidupan.

ADVERTISEMENT

Nuansa feminin yang tangguh ditampilkan oleh Glashka lewat koleksi "Senandung Rona," yang memadukan detail bordir tangan khas Tasikmalaya dengan tenun Sumatera Utara.

Sementara itu, Shawl & Co menawarkan opsi busana harian yang subtil namun berkarakter. Dan label AMOTSYAMSURIMUDA membawa energi vibran bagi pria melalui koleksi tema "MULAK" (Pulang).

Fokus utama perhelatan ini tertuju pada Abit Godang atau Abit Sadum Angkola. Wastra ini mencerminkan identitas masyarakat Batak Muslim melalui teknik marsimata (penyisipan manik) dan filosofi seni Arabesque yang geometris.

Kehadiran Abit Godang di panggung Raya seolah menegaskan bahwa wastra Nusantara memiliki fleksibilitas tinggi untuk tampil relevan dalam konteks busana hari raya yang modern namun tetap santun.

Melalui kemitraan dengan Jabu Bonang dan Jabu Borna, Tobatenun memastikan setiap helai kain yang tampil di atas runway lahir dari ekosistem yang adil dan berkelanjutan, menggunakan pewarnaan alami yang ramah lingkungan namun tetap memenuhi standar internasional.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads