Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Berkarakter Kuat, 2 Label Mode Wakili RI di Melbourne Fashion Festival 2026

Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 10 Feb 2026 19:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

ANW dan Studio Jeje Wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath bersama desainer Astrid Nadia Wiradinata (ANW), Angelita Nurhadi (Studio Jeje), dan pimpinan JFW Svida Alisjahbana. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Kerja sama Indonesia dan Australia dalam bidang ekonomi kreatif kembali terjalin. Kolaborasi tersebut terwujud dalam keikutsertaan dua desainer Tanah Air di Melbourne Fashion Festival 2026.

Menandai 30 tahun eksistensinya, salah satu perhelatan mode terbesar di Australia itu bakal berlangsung di Royal Exhibition Building Melbourne pada 14-28 Februari 2026.

Tahun lalu, Indonesia diwakili oleh tiga desainer, yakni Nonita Respati (label Purana), Auguste Soesastro (Kraton) dan Lia Mustafa. Kini giliran ANW dan Studio Jeje.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath dalam sambutannya pada malam resepsi di Le Nusa, Jakarta, pada Senin (9/2/2026), menuturkan Australia dan Indonesia memiliki kemitraan panjang yang dibangun berdasarkan kreativitas dan inovasi. Diplomasi fashion adalah salah satu cara paling dinamis yang digunakan untuk memperkuat kemitraan bilateral RI dan Australia.

ANW dan Studio Jeje Wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026ANW dan Studio Jeje wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom

"Hal ini menghubungkan komunitas kreatif kita, menciptakan peluang bagi para desainer, seniman, dan pendongeng dari kedua negara untuk memunculkan ide-ide baru, dan membuka pintu yang jauh melampaui panggung peragaan busana," ujar Gita.

ADVERTISEMENT

Untuk kegiatan tahun ini, Kedutaan Besar Australia menggandeng Jakarta Fashion Week (JFW). Campur tangan JFW termasuk dalam proses pengkurasian desainer.

Direktur Kreatif JFW Andandika Surasetja mengungkapkan alasan ANW dan Studio Jeje sebagai pilihan yang tepat untuk mewakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival.

"Kami melihat mereka punya DNA desain yang sangat kuat serta workmanship yang baik dan sangat berbeda," ujar Dika, demikian ia akrab disapa.

ANW dan Studio Jeje Wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026Kreasi ANW. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Ia menjelaskan, ANW yang digawangi oleh duo desainer Astrid Nadia Wiradinata dan Ilaine Prasetyo ini telah sukses memperlihatkan kekuatannya dalam sustainable approach lewat teknik pewarnaan yang baru. Penggunaan teknik bordir yang halus juga telah menjadi bagian brand identity mereka yang kuat.

"On the other hand, Studio Jeje yang didirikan oleh Angelita Nurhadi hadir dengan highlight pada workmanship. Dengan demikian, kami juga ingin menunjukkan bahwa craftsmanship is also Indonesia. Negara kita tidak cuma tentang motif batik saja," ujarnya.

ANW dan Studio Jeje Wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026Kreasi Studio Jeje. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Di Melbourne Fashion Festival 2026 yang juga akan dihadiri desainer ternama Prabal Gurung, masing-masing label akan mempresentasikan delapan look yang beberapa di antaranya merupakan versi restyling dari koleksi sebelumnya. Para desainer juga akan mengikuti workshop fashion yang mengangkat tema seputar indigenous fashion.

"Kami sangat excited karena ingin melakukan research tentang budaya Aborigin. Selama ini kamu menggali inspirasi dari Indonesia, tapi sekarang bisa mendapat kesempatan untuk mengulik budaya luar negeri," ujar Astrid.

Pengumuman keterlibatan kedua label ini menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Jakarta pekan lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke juga bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berdaya saing global.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads