Berkarakter Kuat, 2 Label Mode Wakili RI di Melbourne Fashion Festival 2026
Kerja sama Indonesia dan Australia dalam bidang ekonomi kreatif kembali terjalin. Kolaborasi tersebut terwujud dalam keikutsertaan dua desainer Tanah Air di Melbourne Fashion Festival 2026.
Menandai 30 tahun eksistensinya, salah satu perhelatan mode terbesar di Australia itu bakal berlangsung di Royal Exhibition Building Melbourne pada 14-28 Februari 2026.
Tahun lalu, Indonesia diwakili oleh tiga desainer, yakni Nonita Respati (label Purana), Auguste Soesastro (Kraton) dan Lia Mustafa. Kini giliran ANW dan Studio Jeje.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath dalam sambutannya pada malam resepsi di Le Nusa, Jakarta, pada Senin (9/2/2026), menuturkan Australia dan Indonesia memiliki kemitraan panjang yang dibangun berdasarkan kreativitas dan inovasi. Diplomasi fashion adalah salah satu cara paling dinamis yang digunakan untuk memperkuat kemitraan bilateral RI dan Australia.
ANW dan Studio Jeje wakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival 2026. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom |
"Hal ini menghubungkan komunitas kreatif kita, menciptakan peluang bagi para desainer, seniman, dan pendongeng dari kedua negara untuk memunculkan ide-ide baru, dan membuka pintu yang jauh melampaui panggung peragaan busana," ujar Gita.
Untuk kegiatan tahun ini, Kedutaan Besar Australia menggandeng Jakarta Fashion Week (JFW). Campur tangan JFW termasuk dalam proses pengkurasian desainer.
Direktur Kreatif JFW Andandika Surasetja mengungkapkan alasan ANW dan Studio Jeje sebagai pilihan yang tepat untuk mewakili Indonesia di Melbourne Fashion Festival.
"Kami melihat mereka punya DNA desain yang sangat kuat serta workmanship yang baik dan sangat berbeda," ujar Dika, demikian ia akrab disapa.
Kreasi ANW. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Ia menjelaskan, ANW yang digawangi oleh duo desainer Astrid Nadia Wiradinata dan Ilaine Prasetyo ini telah sukses memperlihatkan kekuatannya dalam sustainable approach lewat teknik pewarnaan yang baru. Penggunaan teknik bordir yang halus juga telah menjadi bagian brand identity mereka yang kuat.
"On the other hand, Studio Jeje yang didirikan oleh Angelita Nurhadi hadir dengan highlight pada workmanship. Dengan demikian, kami juga ingin menunjukkan bahwa craftsmanship is also Indonesia. Negara kita tidak cuma tentang motif batik saja," ujarnya.
Kreasi Studio Jeje. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Di Melbourne Fashion Festival 2026 yang juga akan dihadiri desainer ternama Prabal Gurung, masing-masing label akan mempresentasikan delapan look yang beberapa di antaranya merupakan versi restyling dari koleksi sebelumnya. Para desainer juga akan mengikuti workshop fashion yang mengangkat tema seputar indigenous fashion.
"Kami sangat excited karena ingin melakukan research tentang budaya Aborigin. Selama ini kamu menggali inspirasi dari Indonesia, tapi sekarang bisa mendapat kesempatan untuk mengulik budaya luar negeri," ujar Astrid.
Pengumuman keterlibatan kedua label ini menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Jakarta pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Urusan Seni Australia Anthony Stephen Burke juga bertemu dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat kerja sama di sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif yang berdaya saing global.
(dtg/dtg)
Makanan & Minuman
Buka Puasa Anti Begah! Coba Menu Caesar Salad Segar dengan Dressing Rendah Kalori Ini
Makanan & Minuman
Lagi Mager Masak? 3 Lauk Instan Pedas Ini Cukup Praktis Buka Kemasan, Auto Nambah Nasi!
Makanan & Minuman
Susu Full Cream, Pelengkap Menu Sahur yang Praktis
Elektronik & Gadget
Butuh Kamera Mirrorless Ringan? Canon EOS R50 Kit 18-45mm Bisa Jadi Pilihan
Makna Negatif di Balik Nama Gamis Bini Orang yang Jadi Tren Baju Lebaran 2026
Penjelasan Gamis Bini Orang Diburu Pembeli Menurut Akademisi Budaya
7 Brand Fashion Lokal Milik Wanita RI yang Mendunia
Baju Lebaran 2026
Kata Desainer Denny Wirawan Soal Tren Baju Lebaran Gamis Bini Orang
Makin Terkenal, Gaya Alysa Liu Dipoles Desainer Kostum Marty Supreme
Kai Trump Dikritik Belanja di Supermarket Mewah Saat Perang Iran Memanas
Gadis Tercantik di Dunia Dilamar, Siapa Pria yang Beruntung Itu?
Selebgram Terjebak di Dubai Gara-gara Perang Iran-AS, Uang Puluhan Juta Ludes
Gaya Elizabeth Hurley Menolak Tua, Pakai Dress 27 Tahun Lalu di Usia 60
















































