Saat Tenun Garut Eksis di Karpet Merah Grammy Awards 2026
Di antara deretan gaun desainer dunia ternama yang mendominasi karpet merah Grammy Awards 2026, wastra Nusantara memancarkan pesonanya. Sekali lagi, busana karya anak bangsa mendunia.
Busana yang dimaksud adalah gaun rancangan Dery Rizkianto, desainer Indonesia yang berbasis di Milan, Italia. Kreasinya membungkus tubuh Erin Lim, pembawa acara karpet merah di stasiun TV E!.
Menghadiri Grammys 2026, Erin Lim Rhodes berbalut gaun The Rizkianto yang terbuat dari tenun Garut. (Foto: Amy Sussman/Getty Images/AFP) |
Seperti para bintang lainnya, perempuan berdarah Filipina-Meksiko itu berpose di red carpet Grammys, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (1/2/2026), malam. Ia bersolek dalam balutan column dress hitam dengan lekukan curvy pada bagian neckline, serta rok tambahan yang menyembul dramatis dari belakang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, primadona sebenarnya terletak pada motif polkadot berwarna emas yang dibuat dengan teknik tenun oleh perajin Garut, Jawa Barat. Gaun dari label tersebut merupakan bagian dari koleksi 'Casa' yang telah dipresentasikan sebelumnya di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 pada Oktober tahun lalu.
Salah satu gaun dari koleksi 'Casa' persembahan The Rizkianto di Jakarta Fashion Week 2026 pada Oktober 2025. Gaun yang sama muncul di karpet merah Grammys 2026. (Foto: Ari Saputra/detikcom) |
Casa dalam bahasa Italia berarti 'rumah'. Dery memaknai koleksi yang terdiri dari 12 tampilan busana ini sebagai kembalinya dia ke akar budaya Indonesia dengan sentuhan estetika know-how ala Milano.
Merupakan buah kolaborasi The Rizkianto, jenama besutan Dery, dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) dan artisan tenun Hendar Rogesta, koleksi busana dengan siluet yang menonjolkan lekuk tubuh ini berupaya menyatukan keterampilan tangan perajin Jawa Barat dengan teknik adibusana Eropa.
Koleksi 'Casa' dari The Rizkianto di Jakarta Fashion Week 2026. (Foto: Ari Saputra/detikcom) |
Dery berinovasi dengan menghadirkan motif kontemporer serta penggunaan benang metalik berwarna champagne gold yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Teknik sulam tangan oleh perajin binaan CTI memberi sentuhan akhir.
"Saya terjun langsung ke Garut dan ikut dalam proses pembuatan motif baru tersebut bersama para perajin," ungkap Dery kepada Wolipop kala itu.
Dery tentu bukan desainer pertama Indonesia yang karyanya pernah eksis di ajang tertinggi dalam industri musik itu. Keltie, pembawa acara asal Kanada, memakai gaun Sebastian Gunawan di Grammys 2021. Sebelumnya, Didiet Maulana bersama Tumi, brand koper ternama AS, mendesain tas hadiah untuk para pemenang Grammys 2016.
(dtg/dtg)














































