Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Di Tangan Adrie Basuki, Kain Cacah Disulap Jadi Hiasan Dinding Bernilai

Daniel Ngantung - wolipop
Jumat, 30 Jan 2026 14:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Adrie Basuki Rilis Art Wall dari Kain Daur Ulang
Koleksi art wall perdana dari Kain Marmer karya Adrie Basuki. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)
Jakarta -

Desainer Adrie Basuki kembali mempertegas komitmennya pada keberlanjutan. Kain cacah sisaan produksi pakaian kini diolahnya juga menjadi art wall.

Peluncuran koleksi perdana tersebut berlangsung di Lomma, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (29/1/2026). Acara juga diisi dengan trunk show 9 set busana terbaru rancangan Adrie serta kelas membuat tas dari bahan daur ulang.

Adrie Basuki Rilis Art Wall dari Kain Daur UlangKoleksi art wall perdana dari Kain Marmer karya Adrie Basuki. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

"Kenapa akhirnya membuat art wall, karena saya ingin mencoba menawarkan bentuk baru dari material zero waste. Bahwa Kain Marmer yang selama ini saya kembangkan tak hanya bisa dipakai sebagai pakaian, tapi juga hiasan dinding seperti sebuah karya seni," ungkap Adrie kepada Wolipop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak 2019, Adrie konsisten menggunakan material daur ulang yang kemudian dinamai Kain Marmer untuk koleksinya. Material ini lahir dari eksplorasi sisa kain, diolah melalui proses panjang hingga memiliki karakter visual abstrak yang khas seperti marmer dan telah terdaftar sebagai Hak Cipta atas nama Adrie Basuki.

Ada enam art wall yang pemenang Lomba Perancang Mode (LPM) 2021 ini sebagai kreasi pertamanya. Masing-masing terinspirasi dari filosofi kehidupan dan keindahan dari teknik pengolahan Kain Marmer itu sendiri.

ADVERTISEMENT
Adrie Basuki Rilis Art Wall dari Kain Daur UlangAdrie Basuki telah mengembangkan Kain Marmer sejak 2019. (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)

Salah satunya Taman Hening yang lahir dari perasaan damai ketika berada di antara bunga. Situasi yang merepresentasikan ruang di mana waktu melambat dan pikiran menemukan ketenangan.

Kain Marmer bernuansa keabuan tampil dengan pola yang dibentuk menyerupai bentuk floral. Pola tersebut diaplikasikan seperti sebuah patchwork. Seperti proses pembuatan Kain Marmer yang terdiri dari beberapa tahap, estetika kain dapat dimaknai bahwa keindahan dalam hidup tidak didapat secara instan.

Adrie juga membuat Labirin yang diciptakan melalui teknik membentuk selongsong berisi kain sisa fragmen tekstil yang disatukan, dijahit, dan diarahkan menjadi jalur yang berkelok. Garis-garis tersebut menciptakan tekstur timbul yang unik. Karya ini terbuat dari kain cacah seberat 3 kg.

Art wall Kain Marmer ini dijual dari harga Rp 7 juta hingga Rp 15 juta.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads