Bos Butik Tom Ford Dituding Gunakan Seks untuk Gaet Klien Sultan
Brand fashion high-end Tom Ford sedang tersandung kasus hukum serius. Kasus ini melibatkan petinggi butik hingga dugaan praktik eksploitasi seksual demi mendongkrak penjualan kepada klien-klien super-VIP.
Seorang sales senior di butik Tom Ford Miami,AS, menuding atasannya memberikan 'layanan tambahan' kepada sejumlah klien kelas atas. Dalam laporan tersebut, sang manajer disebut-sebut melibatkan aktivitas seksual di ruang ganti, mengirim foto intim atas permintaan klien, hingga menawarkan three some dengan staf lain ketika klien terlihat mulai melirik butik mewah pesaing.
Butik Tom Ford di kawasan Design District, Miami, dikenal sebagai salah satu gerai dengan performa penjualan tertinggi. Tim sales terbaiknya disebut bisa meraup penghasilan lebih dari US$200,000 atau sekitar Rp 3,3 miliar per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klien-klien dengan pengeluaran belanja terbesar bahkan terbiasa diterbangkan ke Milan dua kali setahun untuk menyaksikan peragaan busana Tom Ford secara langsung.
Namun di balik pencapaian itu, ada sisi gelap yang belum lama ini terungkap. Seorang karyawan yang telah bertahun-tahun menjadi salah satu penjual dengan pendapatan tertinggi mengajukan pengaduan resmi ke Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), lembaga federal Amerika Serikat yang menangani diskriminasi di tempat kerja. Dia menuduh manajernya-seorang wanita yang digambarkan bertubuh ramping, bergaya modis, dan dikenal luas di kalangan sosialita-memberikan 'bonus pribadi' kepada klien tertentu.
Dalam dokumen pengaduan yang diperoleh Page Six, karyawan itu menyebut bahwa sejak sekitar tahun 2020, sang manajer menceritakan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan dengan sejumlah klien kelas kakap. Salah satunya adalah seorang sutradara film kaya raya yang dalam dokumen disebut sebagai Tuan B.
"Dia meminta saya mengalihkan perhatian istri Tuan B dengan demo makeup, sementara dirinya berhubungan seks dengan Tuan B di ruang ganti butik," klaim karyawan tersebut, seperti dilansir Page Six.
Sang karyawan mengaku terpaksa mengikuti permintaan itu karena membutuhkan dukungan manajer untuk tetap berada di jajaran tenaga penjual elite. Dia juga khawatir kariernya akan dipersulit jika menolak.
Karyawan itu juga menuturkan bahwa manajernya mulai cemas ketika salah satu klien besar-disebut sebagai Tuan F dalam dokumen-mulai kehilangan minat terhadap koleksi Tom Ford. Brand yang berdiri sejak 2006 ini dikenal pernah mendandani nama-nama besar seperti Gwyneth Paltrow, Daniel Craig, hingga Rihanna.
Dia pun disebut melakukan berbagai cara agar klien tetap setia membeli koleksi Tom Ford, termasuk memberikan 'servis seks'.
"Suatu hari, ketika saya sedang berada di toko, (manajer) memberi tahu saya bahwa Tuan (F) ingin melakukan threesome dengan saya," klaimnya dalam dokumen tersebut.
Dia menambahkan, "(Dia) menyiratkan bahwa kelanjutan kunjungan Tuan (F) bergantung pada persetujuan saya atas permintaannya untuk berhubungan seks."
Selain itu, pengaduan tersebut juga memuat dugaan hubungan khusus manajer dengan tiga klien papan atas lainnya, termasuk seorang pengacara ternama asal Palm Beach.
Pada Oktober lalu, karyawan tersebut resmi mengajukan laporan terhadap Tom Ford Fashion, yang telah diakuisisi oleh Estée Lauder Companies pada 2023. Dia mengklaim telah melaporkan perilaku sang manajer ke pihak perusahaan, namun laporan itu tidak ditindaklanjuti selama berbulan-bulan.
Pengaduan ke EEOC umumnya menjadi syarat sebelum seseorang dapat mengajukan gugatan diskriminasi secara resmi. Berdasarkan catatan online, lembaga tersebut kini tengah melakukan penyelidikan.
Menanggapi tuduhan, perwakilan Tom Ford Fashion telah menyampaikan pernyataan resmi.
"Tom Ford Fashion berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi, pelecehan, dan tindakan balas dendam. Perusahaan sebelumnya telah melakukan investigasi menyeluruh terhadap klaim yang diajukan karyawan tersebut. Kami sangat tidak sependapat dengan cara dia menggambarkan kasus ini maupun tuduhan yang kini disampaikan, dan akan menanganinya melalui jalur hukum yang sesuai," demikian pernyataan tersebut.
(hst/hst)
Olahraga
Cara Praktis Kencangkan Otot Perut dari Rumah dengan SPEEDS Abdominal Roller
Pakaian Wanita
Bikin Looks Tetap Fresh dan Cerah! PUMA Skye Women yang Cocok Dipakai Harian
Olahraga
Clarfram Kacamata Sepeda Viral! Perlindungan Mata Maksimal dengan Gaya Sporty yang Catchy
Perawatan dan Kecantikan
Untuk Para Cowok, Jangan Salah Pilih Kado Valentine! Ini Rekomendasi Face Palette yang Pasti Disukai Para Cewek
Mengenal Tiffany & co, Brand Perhiasan yang Tokonya di Indonesia Disegel Bea Cukai
Tobatenun Gaet Itang Yunasz, Ubah Tenun Batak Jadi Raya Modest Wear Mewah
Sambut Ramadan, Pret A Porter Hadirkan Mini Bazaar & Fashion Show di PIK 2
Wajah Baru adidas Samba yang Lebih Mewah, Diberi Sentuhan Suede dan Kulit
Frank & co Gelar Pameran Berlian Alami, Hadirkan Ragam Koleksi Menawan
Tanpa Oplas! Cuma Ubah Rambut & Berat Badan, Wajah Pria Ini Mirip Idol K-Pop
Viral Verificator
Viral Dokter dan Doktor Lulusan Luar Negeri Pilih Nikah Sederhana di KUA
James Van Der Beek Wafat, Ini Perjalanan Hidup Bintang 'Dawson's Creek'
Ramalan Zodiak 13 Februari: Aquarius Jangan Terlena, Pisces Coba Hal Baru











































