Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Rihanna Datang Terlambat, Fashion Show Christian Dior Molor 1 Jam

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 29 Jan 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit Tessier
Dior Haute Coutre Spring-Summer 2026, koleksi adibusana perdana Jonathan Anderson. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Paris -

Paris Fashion Week (PFW) Haute Couture Spring-Summer 2026 menandai debut koleksi adibusana rancangan Jonathan Anderson untuk rumah mode Christian Dior. Namun, Rihanna hampir merusak momen bersejarah tersebut.

Peragaan Dior yang berlangsung pada hari pertama PFW, Senin (26/1/2026) sejatinya dimulai pada pukul 15.00 waktu Paris, Prancis. Namun hampir sejam, belum ada tanda-tanda acara segera digelar.

Penyebabnya bukan karena model belum siap atau kendala teknis, melainkan Rihanna yang tak kunjung tiba. Padahal semua tamu penting lainnya seperti aktris Jennifer Lawrence, Anya Taylor-Joy, dan Greta Lee sudah tiba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

Sosok Rihanna baru muncul pada menit-menit terakhir jelang pukul 16.00. "Dear Riri, I love you, but let me tell you that arriving 57 min late... it's very late," tulis pengaruh mode Beka Gvishiani lewat unggahannya di Instagram @stylenotcome.

Tentu saja keterlambatannya membuat para tamu gusar karena banyak di antara mereka harus menghadiri peragaan lain. Tak diketahui apa yang menyebabkan pelantun 'Umbrella' itu lelet.

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit TessierChristian Dior Haute Couture Spring/Summer 2026. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Di Indonesia, kejadian serupa juga kerap terjadi. Selain artis yang datang terlambat, peragaan busana bisa mundur hingga berjam-jam hanya karena menunggu menteri atau delegasinya.

Beruntung di Dior, penantian sepadan dengan 'penyegaran' yang Jonathan Anderson dan tim tawarkan. Koleksi kali ini puitis dan romantis, dibalut dengan gaya desain Jonathan yang jenaka.

Alam menjadi titik awal inspirasi desainer asal Irlandia itu. John Galliano, mantan direktur kreatif Dior yang dipecat karena ucapan antisemantisnya, menghadiahi Jonathan rangkaian bunga cyclamen jelang debutnya. Pemberian tersebut terasa sangat sentimentil, sekaligus mengingatkan pada kecintaan sang pendiri dengan bunga-bungaan. Di tengah kesibukannya, Christian Dior menyempatkan diri untuk merawat tanamannya di taman.

Untuk mendukung Jonathan, John Galliano juga datang di peragaan ini. Untuk pertama kalinya, ia menghadiri peragaan Dior setelah hengkang secara tak terhormat.

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit TessierChristian Dior Haute Couture Spring/Summer 2026. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Jonathan memandang couture layaknya seorang kolektor. Mantan direktur kreatif Loewe ini menghimpun objek-objek yang memantik emosi, lalu merajutnya menjadi narasi abstrak yang kaya makna.

Koleksi ini dikonstruksi seperti wunderkammer atau kabinet keajaiban, sebuah ruang kontemplatif tempat artefak artistik dan bentuk-bentuk alam berdampingan, mengundang kekaguman personal.

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit TessierChristian Dior Haute Couture Spring/Summer 2026. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Sementara itu, keramik antropomorfik karya Magdalene Odundo, seniman Inggris kelahiran Nairobi, memberi pengaruh pada siluet-siluet pahatan yang terasa artistik sekaligus emosional.

Garis-garis busana mengalir luwes di atas struktur yang tegas, atau jatuh lembut membungkus tubuh, menonjolkan lekuk dan gestur alami. Dari sinilah lahir tata bahasa bentuk yang baru, memperluas ekspresi estetika Dior tanpa meninggalkan akar identitasnya.

A model presents a creation by designer Jonathan Anderson as part of his Haute Couture Spring/Summer 2026 collection show for fashion house Dior in Paris, France, January 26, 2026. REUTERS/Benoit TessierChristian Dior Haute Couture Spring/Summer 2026. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)

Detail pengerjaan tangan menjadi sorotan utama. Elemen mikro diolah menjadi pernyataan makro: bunga-bunga dipotong dari sutra atau dipadatkan menjadi bordir kaya tekstur, benang-benang bertekstur ditenun manual menjadi tweed bertotol, hingga lapisan jaring menyerupai veil yang melayang di atas volume mengembang.

Rajut pun masuk ke ranah couture, menegaskan perayaan atas ketangkasan tangan dan keberanian bereksperimen. Pita sebagai salah satu kode desain Dior turut disertakan.

Penghormatan kepada alam hadir sebagai simbol puitis kesinambungan kreatif di Dior. Untuk sementara ini, Jonathan sekali lagi berhasil membuktikan kenapa dirinya pilihan yang tepat dalam menjaga tradisi Dior agar tetap relevan dengan perubahan zaman.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads