Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Veronique Nichanian Pamit dari Hermes, Peragaan Terakhir Bertabur Bintang

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 26 Jan 2026 18:37 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Models present creations by designer Veronique Nichanian as part of her Menswear Fall/Winter 2026-2027 collection show for fashion house Hermes during Mens Fashion Week in Paris, France, January 24, 2026. REUTERS/Stephanie Lecocq
Véronique Nichanian di peragaan terakhirnya sebagai direktur kreatif busana pria Hermes. (Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq)
Paris -

Hampir empat dekade bersama, Véronique Nichanian mengakhiri perjalanan kariernya di Hermes. Persembahan finalnya mengukir sebuah sejarah di tengah industri mode yang belakangan bergerak dinamis dan menuntut perubahan cepat karena lebih dipengaruhi algoritma.

Koleksi terakhir Véronique sebagai direktur kreatif divisi busana pria Hermes berlangsung di Paris Fashion Week edisi Menswear Fall 2026, Sabtu (24/1/2026).

Peragaan yang digelar di Palais Brongniart itu lebih glamor dari biasanya berkat kehadiran para bintang. Tamu VIP mencakup rapper Travis Scott, aktor James McAvoy dan Chace Crawford.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Models present creations by designer Veronique Nichanian as part of her Menswear Fall/Winter 2026-2027 collection show for fashion house Hermes during Men's Fashion Week in Paris, France, January 24, 2026. REUTERS/Stephanie LecocqVeronique Nichanian sudah mengabdi selama 37 tahun untuk Hermes. (Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq)


Tampak pula bintang R&B Usher yang akrab berbincang dengan Executive Chairman Hermes, Axel Dumas, sebelum show dimulai. Desainer Paul Smith juga datang untuk memberikan terakhir bagi koleganya.

Pengabdian lama Véronique membuktikan kiprah dan pengaruhnya dalam membentuk industri fashion sekaligus tren busana pria.

ADVERTISEMENT

Di bawah arahan perempuan 71 tahun itu, Hermès berkembang dengan desain yang modern tapi pada kemewahan bahan dan detail pengerjaan tingkat tinggi. Kreasinya tetap relevan dengan pasar meski Hermes lebih disanjung sebagai pembuat tas mewah seperti Kelly dan Birkin.

Models present creations by designer Veronique Nichanian as part of her Menswear Fall/Winter 2026-2027 collection show for fashion house Hermes during Men's Fashion Week in Paris, France, January 24, 2026. REUTERS/Stephanie LecocqKoleksi Hermes Menswear Fall/Winter 2026-2027, karya terakhir Veronique untuk Hermes. (Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq)

Para model tampil dalam palet warna navy, hitam, dan taupe. Turtle-neck sutra dipadukan dengan celana kulit, sementara mantel panjang hadir dengan detail patch kulit serta lapisan shearling yang memberi kesan mewah tapi fungsional.

Salah satu tampilan paling mencuri perhatian adalah setelan jas berbahan kulit buaya berwarna khaki mengilap. Nichanian juga menghadirkan sentuhan nostalgia dengan menyelipkan arsip koleksi lama, seperti setelan kulit navy dengan pinstripe jahitan tangan dari tahun 2003 dan jumpsuit kulit anak sapi warna mocha dari koleksi 1991. Percikan warna oranye dan kuning pada jaket memberi kontras segar di tengah dominasi warna gelap.

Seperti dikabarkan Reuters, saat Nichanian melangkah keluar untuk menutup peragaan, seluruh tamu berdiri memberikan standing ovation selama lima menit.

Models present creations by designer Veronique Nichanian as part of her Menswear Fall/Winter 2026-2027 collection show for fashion house Hermes during Men's Fashion Week in Paris, France, January 24, 2026. REUTERS/Stephanie LecocqFoto: REUTERS/Stephanie Lecocq

Sebelum mempresentasikan karya terakhirnya, Véronique yang pernah bekerja untuk Cerruti itu angkat bicara soal alasannya keluar dari Hermes ketika diwawancarai Business of Fashion.

"Saya ingin berhenti karena sudah tidak menarik lagi. Segala sesuatunya berjalan dengan cepat," ujar lulusan sekolah mode ternama Ecole de la Chambre Syndicale de la Couture Parisienne ini.

"Terakhir kali, seseorang dari timku menunjukkan sesuatu: 'Apakah kamu melihatnya? Bagus sekali.' Lalu saya bilang ya, saya sudah melakukannya di Cerruti pada 1988. Jadi saya pikir, baiklah, ini saatnya untuk berhenti ketika mereka membawa karya saya yang lama," lanjutnya.

Models present creations by designer Veronique Nichanian as part of her Menswear Fall/Winter 2026-2027 collection show for fashion house Hermes during Men's Fashion Week in Paris, France, January 24, 2026. REUTERS/Stephanie Lecocq(Foto: REUTERS/Stephanie Lecocq)

Ia menyerahkan perannya kepada desainer muda asal Inggris, Grace Wales Bonner, yang telah diumumkan sebagai penerus sejak Oktober lalu. Pergantian ini menandai era baru bagi Hermes.

Lahir dan besar di London, Inggris, ia tumbuh di tengah keluarga hasil perkawinan campuran. Ayahnya berkebangsaan Jamaika.

Grace lantas menjadi perempuan berkulit berwarna pertama yang mengepalai divisi desain Hermes. Tak hanya di Hermes, seperti dilaporkan New York Times, tapi juga nama besar lainnya.

Penunjukkan Grace membawa optimisme terhadap kesetaraan gender dan ras ketika pucuk kepemimpinan tim kreatif rumah mode besar dunia didominasi oleh pria berkulit putih.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads