Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Department Store Mewah Saks Fifth Berada di Ambang Kebangkrutan

Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 15 Jan 2026 05:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

CHICAGO, ILLINOIS - DECEMBER 30: Pedestrians walk past a Saks Fifth Avenue store on December 30, 2025 in Chicago, Illinois. Recent reports indicate that Saks Global Enterprises, the parent corporation of Saks Fifth Avenue, may file for Chapter 11 bankruptcy as they face a more than $100 million debt payment due at the end of December.  (Photo by Scott Olson/Getty Images)
Department store Saks Fifth Avenue. (Foto: Scott Olson/Getty Images)
New York City -

Sektor pasar barang mewah diguncang kabar mengejutkan yang datang dari Saks Global. Induk usaha department store ternama Saks Fifth Avenue itu resmi mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah terjerat beban utang besar.

Saks Global mengajukan permohonan Chapter 11 ke Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan Texas pada Selasa (13/1/2026). CNN mengabarkan, langkah ini menjadikannya sebagai peritel besar pertama yang bangkrut sepanjang tahun 2026.

Gejolak di tubuh perusahaan sudah terasa sejak awal tahun. Pada awal Januari, Marc Metrick mundur dari jabatan CEO dan menyerahkan kepemimpinan kepada Richard Baker, yang juga menjabat sebagai executive chairman Saks Global. Namun, kurang dari dua pekan kemudian, Baker turut meninggalkan posisi CEO.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perubahan perilaku belanja masyarakat Amerika turut memperparah kondisi perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen mulai meninggalkan department store konvensional. Banyak pembeli merasa kecewa dengan produk mewah yang semakin mahal tapi tak sebanding dengan kualitasnya yang kian menurun.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, konsumen kelas atas yang masih berbelanja barang mewah kini lebih memilih membeli langsung dari merek (direct-to-consumer), sehingga peran peritel perantara seperti department store kian tergerus.

CHICAGO, ILLINOIS - DECEMBER 30: Pedestrians walk past a Saks Fifth Avenue store on December 30, 2025 in Chicago, Illinois. Recent reports indicate that Saks Global Enterprises, the parent corporation of Saks Fifth Avenue, may file for Chapter 11 bankruptcy as they face a more than $100 million debt payment due at the end of December.  (Photo by Scott Olson/Getty Images)Saks Fifth Avenue di Chicago, Illinois. (Foto: Scott Olson/Getty Images)

Situasi ekonomi yang belum stabil juga menekan daya beli. Sentimen konsumen AS dilaporkan berada di titik rendah, pasar tenaga kerja melambat, dan mayoritas warga menyalahkan Gedung Putih atas kondisi ekonomi, berdasarkan jajak pendapat CNN terbaru.

"Dengan dukungan pemangku kepentingan keuangan utama, Saks Global telah memulai proses Chapter 11 secara sukarela untuk mendukung transformasi bisnis berkelanjutan," tulis perusahaan dalam pernyataan resminya.

Dalam proses ini, Richard Baker resmi mengundurkan diri sebagai CEO. Posisi tersebut kini diisi oleh mantan CEO Neiman Marcus, Geoffroy van Raemdonck, yang akan memimpin perusahaan selama masa restrukturisasi.

"Ini adalah momen penting bagi Saks Global. Jalan ke depan memberi peluang besar untuk memperkuat fondasi bisnis dan mempersiapkannya menghadapi masa depan," ujar van Raemdonck. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap fokus melayani pelanggan dan mitra merek mewah selama proses kebangkrutan berlangsung.

Saks Global sendiri terbentuk dari kesepakatan besar pada 2024, ketika pemilik Saks, HBC, mengakuisisi Neiman Marcus senilai US$ 2,65 miliar. Akuisisi tersebut bertujuan membangun raksasa ritel mewah yang mampu menekan biaya dari merek dan menarik kembali konsumen ke toko fisik.

Namun realisasinya tak berjalan mulus. Saks dilaporkan kesulitan membayar pemasok, memicu ketegangan hubungan bisnis dan spekulasi kebangkrutan sejak berbulan-bulan lalu.

Meski demikian, perusahaan menyatakan telah mengamankan pendanaan debtor-in-possession senilai US$ 1 miliar untuk menjaga operasional dan program pemulihan bisnis. Selain itu, kelompok pemegang obligasi juga sepakat menyediakan tambahan pendanaan sebesar US$ 500 juta setelah Saks Global keluar dari status bangkrut.

(dtg/dtg)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads