Zohran Mamdani mengukir sejarah sebagai Muslim pertama sekaligus politisi termuda dalam 100 tahun terakhir yang terpilih sebagai Wali Kota New York (NYC), Amerika Serikat. Di luar pencapaiannya, Zohran juga menonjol berkat gaya berbusananya yang relevan dan personal.
Sepanjang masa kampanye, Zohran yang diinisiasi oleh Partai Demokrat itu selalu memakai setelan formal lengkap dengan dasi dalam versi yang lebih modern khas profesional muda.
Terlihat dari potongan jas yang mengepas di torso dan lengan, berikut bagian lapelnya yang dibuat lebih meruncing. Kemeja putih berpadu dengan dasi ramping yang bervariasi motifnya.
Gaya pria 34 tahun itu semakin sharp dengan celana senada dalam siluet slim-fit, serta boots hitam bertali. Tidak ketinggalan jam tangan Casio seri A1000MA-7VT.
Busana tersebut bukan rancangan desainer ternama, melainkan ia beli dari Suitsupply label pakaian formal asal Belanda yang cukup populer di kalangan milenial hingga generasi Z di Amerika Serikat karena harganya yang lebih terjangkau.
"Setelan Suitsupply lebih untuk orang-orang muda," ujar Sam Wazin, seorang penjahit pakaian pria di Manhattan, saat mengomentari penampilan Zohran seperti dikutip New York Times.
Dalam siniar Throwing Fits, Zohran sempat mengaku memiliki setelan abu-abu berbahan kasmir yang dibelinya seharga US$ 100 atau sekitar Rp 1,6 juta di sebuah pasar loak ilegal di NYC.
Entah merupakan bagian dari strategi atau bukan, penampilan tersebut efektif bagi Zohran yang beraliran politik demokrat-sosialis dalam menggaet pendukung yang kebanyakan adalah muda-mudi kota berjulukan Big Apple itu.
Terbukti saat Zohran berhasil meraih suara terbanyak dari dua rivalnya, Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa. ABC News mencatat, 78 persen dari pemilih Zohran berusia antara 30 hingga 44 tahun.
Curtis Sliwa merupakan kader Partai Republik, sementara Andrew Cuomo, mantan gubernur New York, yang setelah gagal meraih tiket dari Demokrat maju sebagai calon independen. Saat ketiganya muncul di siaran langsung debat perdana wali kota NYC, tampak jelas perbedaan tampilan ketiganya meski sama-sama memakai jas.
Gaya khas Zohran juga tak lepas dari cincin yang setia menghiasi jemarinya. Namun, ia mengenakannya bukan atas alasan estetika.
Di jari telunjuk, melingkar cincin dari Suriah yang dibeli mendiang kakeknya pada 2007.
"Cincin ini sudah didoakan dan akan terus saya pakai," kata pria berdarah India yang lahir di Uganda, Afrika, itu. Memakainya, lanjut Zohran, juga menjadi caranya untuk mengenang sang kakek.
Cincin lainnya tentu simbol ikatan resmi Zohran dengan Rama Duwaii sebagai sepasang suami-istri. Mereka baru menikah tahun ini di kantor catatan sipil di kawasan Lower Manhattan. Istrinya juga memberikan Zohran satu cincin perak, oleh-oleh dari Tunisia.
Aksesori tersebut, termasuk gelang dari benang sutra berwarna merah, begitu personal bagi Zohran. Meski sempat jadi sasaran kampanye hitam yang menyudutkan dirinya sebagai Muslim dan imigran, ia tak gentar untuk tetap memakai cincin yang merepresentasikan identitas dan asal-usulnya.
"Ini adalah diriku apa adanya sejak sebelum mencalonkan diri untuk pemilihan walikota, dan akan tetap seperti ini setelah saya terpilih," tutur Zohran yang menjadi wali kota ke-111 NYC.
Simak Video "Video Tekad 'Menyelam Minum Air' Rama Duwaji Saat Jadi First Lady New York"
(dtg/dtg)