ADVERTISEMENT

Kurangi Sampah Plastik, Ini Tas yang Dibawa Susi Pudjiastuti ke Pantai

R Chairini Putong - wolipop Sabtu, 30 Jul 2022 14:00 WIB
Susi Pudjiastuti Susi Pudjiastuti. Foto: tiket.com
Jakarta -

Susi Pudjiastuti terus berupaya mengurangi sampah plastik. Baru-baru ini, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengungkap apa saja yang dibawanya setiap kali pergi ke pantai.

Untuk mengangkut barang-barangnya, Susi Pudjiastuti menggunakan tas ganepo yang ramah lingkungan. Tas yang biasa digunakan saat berbelanja ke pasar itu terbuat dari limbah plastik yang diolah menjadi kerajinan.

Tak hanya ke pantai, Susi Pudjiastuti memakai tas ramah lingkungan itu dalam berbagai kesempatan. Salah satu koleksinya dia beli dari seorang wirausaha di Kudus.

Tas ganepo milik Susi PudjiastutiSalah satu koleksi tas ganepo Susi Pudjiastuti yang dijual wirausaha asal Demak Foto: dok. Twitter

Selain itu, Susi Pudjiastuti juga mengurangi penggunaan botol minum kemasan plastik dengan membawa botol tumblr ke pantai.

"Saya bawa tumblr. Biasanya ada tas ganepo bikinan Ibu Soimah, orang Kudus. Dia jualan banyak dan sekarang sudah banyak ditiru. Tasnya (terbuat) dari bekas plastik, strapping, untuk tekstil dan di-recycle," ungkap Susi Pudjiastuti dalam acara Garnier #OneGreenStep di Jakarta Convention Center pada Jumat (29/7/2022).

Susi Pudjiastuti juga menyimpan sampah pribadi alias puntung rokok di dalam dompet khusus. Ia enggan membuang sampah sembarangan. Sehingga membawa sebuah dompet kecil berwarna merah ke mana saja.

Susi PudjiastutiDompet yang dibawa Susi Pudjiastuti untuk menyimpan sampah puntung rokok Foto: dok. R Chairini Putong/Wolipop

"Kemudian saya kan punya sampah pribadi. Hobi yang tidak bagus sebetulnya. Saya biasanya kalau baju renang ada sakunya di belakang (untuk menyimpan sampah). Saya bawa dompet begini ke mana-mana. Dompet kecil, tahan panas, tahan api," lanjut Susi Pudjiastuti menunjukkan dompet merah.

Dalam kesempatan itu, Susi Pudjiastuti mengimbau untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai seperti kantong kresek dan kemasan makanan. Pasalnya tidak semua sampah bisa didaur ulang dan berpotensi mencemari lingkungan.

"Kita mulai mengurangi pemakaian sampah plastik dalam kehidupan sehari-hari kita. Jangan lagi bawa kresek," ujarnya. Ia menyarankan penggunaan tas kain maupun tas ganepo yang durable (tahan lama).

(rcp/rcp)