ADVERTISEMENT

Intip Pembuatan Perhiasan Berlian Frank & Co hingga The Palace

Erika Dyah Fitriani - wolipop Senin, 18 Apr 2022 17:35 WIB
Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom

Tak hanya prosesnya yang rumit, kualitas berlian juga menjadi salah satu alasan mengapa perhiasan ini memiliki harga yang cenderung fantastis. Bahkan, satu cincin berlian bisa berharga hingga puluhan juta rupiah.

Merchandise Director PT CMK, Tanya Alissia menjelaskan CMK membeli berlian dari seluruh supplier di dunia dengan memastikan berlian tersebut didapat dari sumber yang bertanggung jawab (conflict free diamond). Tak hanya itu, berlian yang digunakan juga harus murni berasal dari alam, bukan berlian buatan.

"Praktik mencampur diamond natural dan sintetis itu sudah sangat umum, sehingga kita harus memfilter dan memastikan semua diamond yang masuk ke CMK harus dicek sebelumnya. Maka ada CMK Lab, di situlah semua berlian yang masuk ke CMK kita tes tanpa melakukan tes random. Artinya, butiran yang kecil sekalipun kita cek satu per satu apakah itu berlian natural," ungkap Tanya.

Untuk memastikan kualitas dan akurasi berlian, CMK Lab tak hanya mengandalkan kemampuan gemologist. Tapi juga mengandalkan teknologi termasuk teknologi Sarine, salah satu perusahaan teknologi yang meng-handle 90% peredaran diamond di dunia. Seluruh proses dari tambang hingga lab menggunakan mesin Sarine.

Lalu ada juga mesin dari perusahaan teknologi Inggris yang beroperasi dengan teknologi AI. Teknologi ini sudah mengecek ribuan atau jutaan diamond sehingga algoritmanya sudah diset untuk mengecek berlian dengan akurasi yang sangat baik.

Proses pembuatan perhiasan.Proses pembuatan perhiasan. Foto: dok. Erika Dyah Fitriani/detikcom

COO PT CMK, Petronella Soan menambahkan perhiasan berlian memiliki harga yang cenderung mahal karena berlian sendiri merupakan bahan yang ditambang melalui proses yang sangat panjang.

Ia menjelaskan bahan dasar berlian yakni karbon terbentuk di dalam tanah/bumi sekian ribu kilometer sehingga terbentuk jadi kristal. Prosesnya memakan waktu berjuta tahun, sehingga saat ditambang pun membutuhkan biaya besar.

"Setelah selesai juga harus dipastikan agar tidak memberikan dampak pada lingkungan untuk menjaga alam dari tambang conflict free," ujarnya.

Ia menambahkan rough diamond yang sudah didapat pun hanya sekitar 10%-nya saja yang bisa menjadi perhiasan. Sebab sisanya banyak digunakan di industri lain.

"Itulah kenapa kalau dikalkulasi bisnis, misal dapat rough diamond 1.000 karat yang bisa dijadikan perhiasan sangat sedikit. Kenapa perhiasan mahal? Karena sourcing berliannya memang sedikit. Proses cutting-nya juga menentukan mahalnya diamond," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(prf/eny)