ADVERTISEMENT

Ternyata Kantong Celana Wanita Lebih Kecil daripada Pria, Ada Alasannya

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 04 Jan 2022 08:32 WIB
ilustrasi celana jeans Foto: iStock
Jakarta -

Belakangan banyak baru orang menyadari bahwa kantong celana terutama jeans wanita lebih kecil dari pada pria. Pria biasanya bisa menyimpan ponsel, dompet, atau kunci dengan mudah sedangkan wanita bahkan belum tentu ada. Seseorang pun menanyakan hal yang tampaknya sepele tapi ternyata menyimpan alasan tersebut. Seorang desainer lalu menjelaskan bahwa ada tiga alasan mengapa kantong wanita dibuat lebih sempit.

Desainer bernama Emily Keller yang sudah 10 tahun bekerja di industri fashion baru-baru ini membeberkan bahwa beberapa busana wanita bahkan dibuat dengan kantong palsu. Alasannya biasanya karena biaya. "Ada tiga alasan mengapa baju wanita dibuat dengan kantong palsu atau tidak ada sama sekali. Pertama, itu lebih murah. Kantong betulan membutuhkan lebih banyak uang," paparnya di Quora.

"Dan dengan maraknya fast fashion, tidak ada alasan untuk membuat busana yang berkualitas secara fungsional. Lebih banyak keuntungan margin untuk perusahaan ketika kamu mengeliminasi kantong-kantong,"

Folded Blue Jean DenimFoto: iStock

"Fokusnya adalah baju murah cenderung mengutamakan estetik visual dan kekinian. Dengan harga yang lebih mahal, barang-barang didesain dengan pertimbangan yang fokus pada keabadian, ketahanan, kualitas, dan fungsi daripada trendi," kata Emily.

Alasan kedua adalah kantong membuat tampilan menjadi kurang indah, terutama untuk jeans wanita. Ketika kamu memasukkan terlalu banyak atau besar benda ke dalamnya tentu siluet di area itu akan menonjol dan jadi tampak kurang bagus. Sedangkan alasan selanjutnya adalah kantong bisa jadi longgar jika terlalu sering digunakan.

"Kebanyakan jeans wanita dibuat dengan sedikit Lycra yang longgar dalam bahannya. Jika kantong itu benar-benar digunakan, bahannya akan longgar dan kantong kamu akan terlihat berkerut ketika kosong," katanya.

Sebagai desainer Emily meminta agar orang-orang tidak menyalahkan pembuat busana tapi harganya. "Itu bukan salah mereka. Kami hanya mengerjakan tugas kami dan mendesain baju dengan pertimbangan. Tapi alasan sebenarnya adalah anggaran. Tidak banyak yang bisa kami lakukan," tutur Emily.

(ami/ami)