Viral Video Penemuan Tas Rusak, Coach Setop Praktik Pemusnahan Produk

Tim Wolipop - wolipop Jumat, 15 Okt 2021 14:45 WIB
Butik Coach di Senayan City Butik Coach (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
New York City -

Coach mengumumkan penghentian praktik pemusnahan produk yang tak terjual. Sebelumnya, viral video penemuan tas dan sepatu Coach yang diduga sengaja dirusak oleh brand tersebut.

"Mulai sekarang kami menghentikan penghancuran produk yang rusak dan tak laris terjual. Kami juga berkomitmen memaksimalkan pemakain produk bekas dalam program Coach (Re)Loved dan program daur ulang kami lainnya," tulis Coach di Instagram, Kamis (15/9/2021).

Brand asal Amerika Serikat ini menjadi sorotan setelah seorang pengguna TikTok bernama Anna Sacks mengunggah video dirinya dengan tas Coach. Ia mengklaim, Coach menyuruh karyawannya untuk menghancurkan produk agar tidak ada yang memakainya.

Menurut Anna, kebijakan tersebut sengaja dibuat agar Coach mendapat keringanan pajak dan kompensasi atas barang yang rusak. Video tersebut telah disaksikan 560 ribu kali dan semakin menua atensi setelah diunggah akun fashion Diet Prada.

[Gambas:Instagram]



Pihak Coach membantah tudingan tersebut lewat pernyataan juru bicaranya kepada CNN. Disebutkan Coach tidak pernah mengambil keuntungan dari barang-barang yang dikembalikan karena rusak atau tak laku dijual.

Menanggapi respons tersebut, Anna mengatakan Coach hanyalah satu dari sekian banyak brand yang melakukan pemusnahan. "Ini masih menjadi masalah besar di industri fashion. Saya takut, alih-alih mengevaluasi kebijakan tersebut, brand akan terus berproduksi lalu menghancurkan produknya diam-diam," kata Anna kepada CNN.

Menurutnya, jika tak ditangani secara serius, masalah ini akan berdampak negatif terhadap lingkungan.

Pada 2019, Burberry membakar koleksi pakaian, aksesori dan parfum senilai 28,6 juta pound sterling atau sekitar Rp 552 miliar. Barang-barang yang dihancurkan merupakan produk keluaran rumah mode asal Inggris itu yang tidak laku terjual tahun lalu.

[Gambas:Instagram]




Barang-barang tak terjual terpaksa dihancurkan untuk mencegah terjadinya pencurian oleh staf, atau dijual dengan harga murah. Tujuan utamanya untuk mempertahankan imej Burberry sebagai brand fashion high-end.

Burberry mengklaim hasil pembakaran dari barang-barang tak terjual tersebut dikumpulkan untuk diubah menjadi energi. Mereka memastikan proses pembakaran yang dilakukan tidak atau sangat minim bisa merusak lingkungan.



Simak Video "Minta Maaf, Olvah Alhamid Ngaku Juga Sering Dapat Perlakuan Rasis"
[Gambas:Video 20detik]
(dng/dtg)