Cerita Go Tik Swan Protes Orde Baru Lewat Batik Kembang Bangah

Bayu Ardi Isnanto - wolipop Selasa, 11 Mei 2021 21:00 WIB
Teras belakang rumah Go Tik Swan yang didesain Bung Karno. Foto: Bayu Ardi/Detikcom
Solo -

Budayawan KRT Hardjonagoro atau Go Tik Swan memiliki kisah menarik di era Orde Baru. Pria yang dekat dengan Presiden Soekarno itu memprotes situasi Orde Baru menggunakan media batik.

Adik angkat yang juga orang kepercayaan Go Tik Swan, KRRA Harjosoewarno, mengatakan kondisi saat itu membuat Go Tik Swan merasa tersisih. Budaya yang telah dikembangkan Go Tik Swan seakan mati

Setelah Soekarno wafat, Go Tik Swan sempat kehilangan gairah merancang batik. Dia merasa jerih payahnya sia-sia.

"Kalau pujangga Ranggawarsita protes di zamannya lewat Serat Kalatida, Gesang protes lewat lagu Caping Gunung, kalau Pak Hardjonagoro lewat batik Kembang Bangah," ujarnya saat ditemui di Ndalem Hardjonegaran, Serengan, Solo, Selasa (11/5/2021).

Kembang Bangah adalah bunga yang tumbuh di comberan atau selokan. Bunga tersebut dijauhi orang karena berada di tempat kotor.

"Dan beliau membuat batik itu sangat halus. Dilihat dari motif hingga teknik pembuatan sangat halus. Ternyata karya tersebut banyak diapresiasi, sehingga membuatnya bersemangat kembali," ujar dia.

Go Tik Swan sendiri memang lahir di keluarga pembatik. Saat muda, Go Tik Swan kuliah di Sastra Jawa Universitas Indonesia dan menekuni bidang seni tari.

"Pada suatu ketika, beliau pentas di hadapan Bung Karno hingga membuat terkesan. Orang Cina kok tarian Jawanya bagus," katanya.

Go Tik Swan pun dipanggil Bung Karno ke istana kepresidenan. Hubungan Go Tik Swan dengan Bung Karno pun semakin akrab hingga pada suatu hari sang presiden memintanya membuatkan motif batik khusus.

"Beliau kan dari keluarga pembatik, maka diminta Bung Karno membuatkan Batik Indonesia. Beliau akhirnya mendapatkan ilham saat berada di Bali. Jadi Pak Hardjonagoro memadukan batik Surakarta dan Yogyakarta dengan batik pesisir, tekniknya dikombinasi," kata dia.

Batik karyanya lalu dipamerkan di hadapan pejabat tinggi dari berbagai negara. Bahkan hingga kini, tak sedikit batik karya Go Tik Swan yang masih tersimpan di museum-museum mancanegara.



Simak Video "Bangganya Melihat Batik Indonesia Mejeng di Takashimaya Tokyo"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)