Kemewahan Tenun Tanimbar di Koleksi Premium Didiet Maulana

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 27 Nov 2020 14:15 WIB
Koleksi Romansa Tanimbar rancangan Didiet Maulana. (Foto: Dok. Didiet Maulana) Koleksi Romansa Tanimbar rancangan Didiet Maulana. (Foto: Dok. Didiet Maulana)

"Kami tidak mau memaksa mama-mama perajin menenun ratusan meter kain. Biarkan mereka membuat satu, lalu kami olah," kata Didiet.

Tenun Tanimbar kian terasa eksklusif setelah diolah menjadi 12 pilihan busana berpotongan elegan di tangan Didiet. Muncul atasan bersiluet A-line dalam nuansa kemerahan, blus biru dengan lengan bervolume, serta blazer panjang yang dikombinasikan dengan material lain seperti lurik.

Tenun Tanimbar Didiet MaulanaTenun Tanimbar Didiet Maulana Foto: Dok. Didiet Maulana

"Saya banyak menghadirkan siluet yang loose karena terinspirasi dari para wanita Tanimbar yang tetap bebas bergerak meski berbalut tenun," kata lulusan Universitas Parahyangan jurusan Arsitektur ini.

Melengkapi koleksi tersebut, terdapat pula pilihan masker premium yang dibanderol seharga Rp 750 ribu. Salah satunya masker Latuihamallo yang namanya diambil dari nama keluarga Glenn Fredly.

Vander Christian, selaku pegiat komunitas traveling asal Maluku yang bernama Baronda, berharap koleksi Romansa dapat menumbuhkan rasa bangga bagi para pemuda-pemudi Tanimbar. Peran mereka sangat dibutuhkan pula untuk memastikan kelangsungan wastra ini.

"Kalau beta melihat, tenun Tanimbar tidak menghilang, masih diingat anak-anak mudanya. Tapi tidak menutup kemungkinan akan menghilang jika dilihat hampir semua penenunnya sudah berusia tua. Tidak ada regenerasi," katanya.

Tenun Tanimbar Didiet MaulanaTenun Tanimbar Didiet Maulana Foto: Dok. Didiet Maulana

Menurut Vander, setidaknya harus ada sinergi antara para perajin dan anak muda demi menjaga kelestarian warisan budaya tersebut. "Mama-mama yang membuat kain, anak-anak muda yang mempromosikannya lewat media sosial," kata pria yang akrab disapa Bung Vander itu.

Tenun Tanimbar sebelumnya sudah pernah eksis di mancanegara. Pada 2017, desainer Wignyo Rahadi dan Chossy Latu pernah memamerkan koleksi dari tenun Tanimbar di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)