Hari Batik Nasional, Ini Pesan Susi Pudjiastuti untuk Perajin

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 01 Okt 2020 14:17 WIB
Pemotretan Susi Pudjiastuti di Perahu Nelayan Jelang Hari Batik Nasional, Anne Avantie gandeng Susi Pudjiastuti untuk pemotretan pakai batik. (Foto: Dok. Anne Avantie)
Pangandaran -

Industri kerajinan seperti batik juga ikut terpuruk karena pandemi COVID-19. Dalam rangka Hari Batik Nasional yang jatuh setiap 2 Oktober, Anne Avantie mencoba memotivasi para perajin dengan melakukan pemotretan bersama mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pemotretan tersebut berlangsung di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, baru-baru ini. Menariknya, Susi Pudjiastuti berpose bak model dalam balutan busana batik rancangan Anne Avantie di atas perahu nelayan.

"Beliau (Susi Pudjiastuti) merupakan sosok perempuan yang tak menyerah. Walaupun sudah tak menjabat, pesonanya tidak pernah pudar. Semoga kolaborasi ini memberikan suatu gambaran bahwa kita jangan pernah menyerah. Perjuangan kita adalah semangat untuk orang lain," kata Anne Avantie kepada Wolipop detikcom.

Di sela pemotretan, Anne Avantie sempat berbincang dengan Bos Susi Air tersebut tentang batik dan Hari Batik Nasional. Susi yang telah menjadi klien Anne Avantie sejak sebelum terpilih sebagai menteri, memotivasi para perajin untuk tetap berkarya meski kondisi ekonomi belum pulih karena wabah virus Corona.

"Semoga para UKM yang bekerja di kerajinan batik tetap bisa bertahan di masa pandemi ini. Coba bikin produk-produk yang bisa dipasarkan di masa seperti ini. Misalnya membuat masker dari batik, atau kerajinan lainnya. Kalau pakaian mungkin sedang menurun omzetnya," tutur Susi dalam sebuah video yang dirilis tim oleh Anne Avantie.

Pemotretan Susi Pudjiastuti di Perahu NelayanPemotretan Susi Pudjiastuti di perahu nelayan dalam rangka Hari Batik Nasional. (Foto: Dok. Anne Avantie)

Selain masker, tambah Susi, celemek, taplak meja dan sarung bantal juga bisa menjadi pilihan. "Dengan banyak orang yang bekerja di rumah dan menghabiskan waktu lebih sering di rumah, maka kebutuhan rumah tangga dari batik, akan lebih banyak," katanya.

Anne Avantie lalu bertanya bilamana perempuan yang pernah masuk daftar 100 tokoh pemikir terbaik di dunia versi majalah Foreign Policy itu berniat merambah ke bisnis batik di Pangandaran. "Kalau membuat tidak, karena saya tidak mau mengambil porsi perajin batik di sini. Kalau membantu promosi tentu bisa," katanya.

(dtg/dtg)