Sneakers Eceng Gondok Pekalongan Mendunia, Diekspor ke Swiss

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 23 Sep 2020 18:08 WIB
Sneakers berbahan eceng gondok keluaran label Pijakbumi dari Indonesia mencuri perhatian pengunjung di MICAM Milano 2020. (Foto: Dok. KBRI Roma) Sneakers berbahan eceng gondok keluaran label Pijakbumi dari Indonesia mencuri perhatian pengunjung di MICAM Milano 2020. (Foto: Dok. KBRI Roma)

Menyusul kesuksesan tersebut, Pijakbumi diundang kembali untuk ambil bagian di MICAM 2020 periode 20-23 September.

Dalam kesempatan tersebut, Pijakbumi meluncurkan dan menampilkan desain sepatu terbaru dari koleksi Atlas Sneakers. Koleksi ini terbuat dari 90 persen tumbuhan (plant-based), seperti serat-serat natural, dengan aksen yang terbuat dari tenun eceng gondok. Alasnya sendiri terbuat dari bahan karet alami.

"Sebenarnya, ini adalah penyempurnaan dari koleksi Atlas Sneakers sebelumnya di MICAM pertama kami. Kali ini, dibuat lebih ramah lingkungan. Bagian yang tadinya terbuat dari polyester, kami ganti dengan material serat tanaman," ungkap alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB tersebut.

Sneakers eceng gondok Pijakbumi di MilanKoleksi Atlas Sneakers keluaran Pijakbumi yang terbuat dari tenun eceng gondok. (Foto: Instagram/@pijakbumi)

Lebih lanjut Rowland mengatakan, material tenun eceng gondok yang digunakan merupakan karya para perajin di Pekalongan, Jawa Tengah. Tenun tersebut kemudian melalui tahap assembling di workshop Pijakbumi di Bandung. "Ibu-ibu perajin sangat antusias, apalagi setelah melihat hasil akhir dari pembuatan sepatu ini," tambahnya.

Bermula dari tangan perajin di Pekalongan, sneakers Pijakbumi kini mulai mendunia. Tak cuma eksis di ajang pameran internasional, tapi juga ikut bersaing di pasar global dengan merek-merek dunia yang lebih dulu mapan.

Baru-baru ini, Pijakbumi untuk pertama kalinya mengekspor produk sneakers mereka ke Swiss. Rowland menuturkan, pesanan datang saat Pijakbumi mengikuti MICAM 2020 Februari lalu.

"Kami bertemu banyak potential buyers dari berbagai negara, salah satunya Swiss. Menurut mereka, produk kami sangat salable di Swiss karena mungkin masyarakat di sana sudah sangat sadar akan sustainability dan suka memakai produk yang ramah lingkungan," katanya.

Persiapan untuk ekspor tersebut memakan waktu hingga dua bulan. Situasi yang kurang kondusif karena pandemi COVID-19 juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, semuanya rampung sesuai rencana.

Produk sneakers yang harganya berkisar antara Rp 799 ribu dan Rp 849 ribu itu sudah dikirim ke Swiss. Rowland berharap, sneakers Pijakbumi dapat sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada komunitas internasional.

"Mungkin ini produk sneakers Indonesia yang pertama dijual di Swiss. Semoga orang-orang di sana juga bisa mengenal keunikan budaya Indonesia lewat karya kami," katanya.

[Gambas:Instagram]



Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(dtg/dtg)