Kain Antivirus Dirilis, Bikin Virus Corona Mati Saat Menempel di Baju

Hestianingsih - wolipop Selasa, 21 Jul 2020 12:16 WIB
Warp + Weft, brand jeans yang menggunakan teknologi Viroblock. Warp + Weft, brand jeans yang menggunakan teknologi Viroblock. Foto: Dok. Warp + Weft
Jakarta -

Bagaimana bila ada pakaian terbuat dari kain yang bisa membunuh virus Corona dalam hitungan menit? Hal itu mungkin saja terjadi. Pabrik tekstil di Swiss mengembangkan material yang diklaim bisa membuat Sars-Cov-2, virus penyebab COVID-19, tak bertahan lama di permukaan kain.

HeiQ pertama kali memperkenalkan teknologi Viroblock pada Maret 2020. Proses ini menambahkan film tak kasat mata ke dalam kain yang diklaim bisa membunuh 99,9% virus Corona tak lama setelah terpapar pada baju.

Chief Marketing Officer HeiQ Hoi Kwan Lam menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian, virus bisa hidup di atas permukaan kain, pada suhu ruangan hingga dua hari. Namun ia mengklaim Viroblock bisa membunuh virus Corona hanya dalam 30 menit.

Sayangnya lapisan Viroblock pada kain tidak permanen. Lapisan antivirus tersebut akan hilang setelah 30 kali pencucian.

Teknologi ini sudah diterapkan pada beberapa produk fashion salah satunya denim. Artistic Denim Mills, produsen denim ternama berbasis di Pakistan, telah berkolaborasi dengan HeiQ untuk menciptakan jeans antivirus pertama untuk label DL1961 dan Warp + Weft.

Seperti dikutip dari Vogue, mulai Oktober 2020, setiap pasang jeans keluaran dua brand tersebut akan diproduksi menggunakan teknologi Viroblock. Penambahan fitur ini dilakukan pada proses terakhir pembuatan jeans.

Setelah jeans dicuci dan diberi efek washed menggunakan laser, komponen film Viroblock ditambahkan ke bahan pelembut kain, sehingga menimbulkan reaksi kimia. Reaksi tersebut akan membentuk lapisan antimikroba dan antivirus di atas jeans.

Menurut Sarah Ahmed, desainer DL1961 dan Warp + Weft, inovasi ini akan sangat berguna bagi pebisnis retail maupun pembeli untuk memastikan keamanan mereka, saat berbelanja pakaian di toko. Dengan begitu pakaian yang sudah pernah dicoba di kamar pas akan steril dari virus dengan sendirinya.

"Hal ini menciptakan standar baru tentang bagaimana pakaian seharusnya dibuat dan fungsinya. Kalau bajumu tidak bisa jadi pelindung dan seragam, atau penghalang melawan dunia, maka apa poinnya? Punya gaya busana sendiri memang penting tapi juga harus bisa melindungimu," kata Sarah.



Simak Video "Intimate Wedding Jadi Tren Baru di Masa Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)