Tas Hermes Palsu Dijual di Asia, Mantan Karyawan Diadili

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 07 Jul 2020 19:13 WIB
Tas Birkin keluaran Hermes memiliki 242 berlian dengan total 9,84 karat. (Foto: Reuters, Mario Anzuoni) (Credit: Reuters) Butik Hermes di Wuhan, China. (Foto: Getty Images)
Paris -

Perkara penjualan tas Hermes palsu yang membidik pasar Asia berlanjut di pengadilan Prancis. Sebanyak 10 orang diadili, beberapa di antaranya adalah mantan karyawan Hermes.

Mereka dituduh melakukan pemalsuan tas Hermes dan menjualnya dengan harga mark-up. Seperti dilansir dari The Guardian, wisatawan Asia di Paris dan pembeli di beberapa negara Asia menjadi target utama mereka.

Berdasarkan keterangan penyidik di persidangan yang digelar di Paris baru-baru ini, 10 orang tersebut diduga terlibat dalam sebuah sindikat pemalsu tas yang terorganisir.

Penyidik berhasil membongkar sindikat tersebut setelah mereka melakukan penyadapan di apartemen milik seorang pria. Target disebut menjual tas hasil curian di Prancis kepada pembeli di Asia.

Hasil investigasi juga mengungkap adanya sebuah 'atelier rahasia' yang digunakan untuk memproduksi tas Hermes palsu.

Para pelaku yang diadili berusia antara 30 hingga 61 tahun. Mereka diduga telah membuat lusinan tas Hermes dalam kurun waktu 2013 dan 2014. Beberapa di antaranya adalah tas Birkin, salah satu seri paling terkenal dari brand premium asal Prancis tersebut.

Tas Birkin keluaran Hermes memiliki 242 berlian dengan total 9,84 karat. (Foto: Reuters, Mario Anzuoni) (Credit: Reuters)Tas Birkin keluaran Hermes (Foto: Reuters/Mario Anzuoni)


Barang palsu mereka lantas dipasarkan dengan harga 23 ribu euro (Rp 374 juta) sampai 32 ribu euro (Rp 521 juta) per item. Dari kegiatan ilegal tersebut, mereka berhasil mengantongi keuntungan hingga 2 juta euro atau sekitar Rp 32 miliar.

Menurut penjelasan jaksa penuntut, pemalsuan tas Hermes diinisiasi oleh tiga sekawan. Dua di antaranya pernah bekerja untuk Hermes. Satu orang lainnya pernah menangani impor material kulit buatan Italia yang biasa dipakai Hermes.



Dalam menjalankan aksinya, mereka melibatkan lima karyawan Hermes. Seorang menyuplai detail dekorasi tas dan empat orang lainnya merupakan artisan kulit untuk memastikan tas palsu tersebut tampak seperti aslinya.

Selain pemalsuan, mereka juga dituduh melakukan penggelapan material kulit dan bahan-bahan lain yang diperlukan untuk membuat tas Hermes palsu.



Simak Video "Video Dahsyatnya Ledakan di Beirut Terekam Saat Prewedding"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)