Virus Corona Bikin Industri Berlian Kelebihan Pasokan Hingga Triliunan Rupiah

Hestianingsih - wolipop Selasa, 09 Jun 2020 18:46 WIB
Diamond held by tweezers, close-up Ilustrasi berlian langka di dunia. Foto: Getty Images
Jakarta -

Berlian merupakan batu mulia bernilai tinggi. Tapi apa jadinya bila batu yang bisa berharga jutaan rupiah per butir ini kelebihan pasokan?

Industri perhiasan mewah ternyata juga ikut terkena dampak dari pandemi virus Corona. Berdasarkan laporan Bloomberg, produsen batu-batu berlian kini punya stok menumpuk, karena kesulitan menjualnya di tengah merebaknya COVID-19 di berbagai negara.

Pedagang berlian pun kini sedang memutar otak, mencari cara, bagaimana persediaan stok berlian senilai miliaran rupiah yang menumpuk bisa 'disingkirkan' tanpa harus merugi. Seperti diketahui, desainer dan toko perhiasan harus menutup toko mereka, imbas dari aturan lockdown untuk menghentikan penularan COVID-19. Hal inilah yang membuat terjadinya kelebihan pasokan.

berlian duniaIlustrasi berlian. Foto: Richest


De Beers, perusahaan yang bergerak di industri tambang, perhiasan dan lelang batu mulia pun terpaksa membatalkan acara pameran pada Maret 2020 karena para buyer kesulitan bertolak ke Afrika Selatan untuk melihat langsung produk-produk yang dijual. Pameran akhirnya berhasil digelar Mei 2020 namun hasil penjualan tidak mereka umumkan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut seseorang yang ahli dalam pemasaran berlian, nilai transaksi hanya sekitar USD 35 juta. Jauh lebih kecil dibandingkan tahun lalu yang mencapai USD 416 juta.

Hal yang sama juga dialami Alrosa PJSC, perusahaan tambang berlian asal Rusia. Penjualan berlian yang 'beku' selama beberapa bulan karena virus Corona membuat mereka terjebak dalam dilemma. Bagaimana menangani pasokan berlian yang tak terjual?

Diamond held by tweezers, close-upIlustrasi berlian. Foto: Thinkstock


De Beers dan Alrosa sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan pasar. Mereka menolak memangkas harga berlian dan lebih memilih membebaskan para buyer membatalkan kontrak mereka untuk membeli berlian. Mereka juga mengurangi jumlah produksi untuk mengontrol jumlah pasokan. Namun stok tetap saja menumpuk.

Sementara itu Gemdax, sebuah firma konsultan khusus industri berlian, mengungkapkan saat ini lima produser berlian terbesar dunia kemungkinan punya kelebihan persediaan batu mulia senilai total USD 3,5 miliar. Artinya ada sekitar Rp 49,3 triliun berlian yang belum terjual.

Kini saat sejumlah negara sudah mulai melonggarkan aturan lockdown, toko-toko pun berangsur-angsur membuka kembali usahanya. Tapi persoalannya tak sampai di situ.

Daya beli konsumen terhadap perhiasan mewah yang bukan kebutuhan primer dikhawatirkan menurun akibat pandemi. De Beers sebagai perusahaan perhiasan besar menolak membuat penyesuaian harga. Sementara produsen berlian yang lebih kecil sudah melakukan pengurangan harga hingga 25 persen. Akankah industri perhiasan mewah akan kembali berjaya seperti pra-coronavirus?



Simak Video "Out Of The Box! Buat Berlian Imitasi dari Potongan Kuku"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)