Apa Jadinya Jika Peragaan Busana Digelar di Hutan Kota Kediri?

Andhika Dwi - wolipop Jumat, 06 Des 2019 06:35 WIB
Fashion show tenun khas Kediri di Hutan Kota Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Andhika Dwi) Fashion show tenun khas Kediri di Hutan Kota Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur. (Foto: Andhika Dwi)

Kediri - Busana tradisional tenun ikat khas Kediri kembali dipamerkan. Kali ini lenggak lenggok perempuan yang memakai koleksi Dhoho Street Fashion Kediri 5, bertempat di Hutan Kota Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur pada Kamis (5/12/2019).

Mengambil tema' Pride of Jayabaya,' gelaran Dhoho Street Fashion ke-5 kali ini menyuguhkan tampilan busana yang menarik karya para desainer lokal dan nasional dengan bahan dasar tenun ikat bandar kidul. Hadir Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, desainer Didiet Maulana dan sejumlah designer lokal serta pelajar.

Apa Jadinya Jika Peragaan Busana Digelar di Hutan Kota Kediri?(Foto: Andhika Dwi)


Dhoho Street Fashion merupakan upaya dari Dekranasda Kota Kediri untuk mempromosikan tenun ikat Kediri ke kancah nasional hingga internasional. Setiap tahun, sejak 2015, perhelatan ini dilakukan dengan melibatkan para pemula serta desainer senior ternama untuk membuat pakaian yang inspiratif.


"Mereka bebas berkreasi dan kita kasih panggung, karena suasana acara ini sangat berbeda dengan acara fashion show yang lain yang biasanya hanya di dalam gedung atau indoor saja, nah ini kita explore ruang terbuka hijau yang Pemerintah Kota Kediri miliki dan itu konsisten dilakukan dari dulu sehingga banyak potensi yang Kota Kediri punya bisa diangkat," ungkap Verry.

Apa Jadinya Jika Peragaan Busana Digelar di Hutan Kota Kediri?(Foto: Andhika Dwi)


Sementara itu, Arumi Bachsin mengaku sangat bangga dengan gelaran Dhoho Street Fashion yang telah lima kali digelar ini. Ia kagum melihat karya anak daerah Kota Kediri yang ditampilkan bersandingan dengan asrinya Hutan Kota Joyoboyo.

Kehadiran Dhoho Street Fashion kali ini memberi warna baru dan berbeda walaupun busana yang ditampilkan tetap menggunakan kain tenun. Murid-murid SMK Kediri yang dilibatkan sekaligus bisa belajar bagaimana mengolah kain tersebut.

Apa Jadinya Jika Peragaan Busana Digelar di Hutan Kota Kediri?(Foto: Andhika Dwi)

"Tahun ini saya melihat sangat progresif perkembangan tenun kediri yang bisa dilihat dengan semakin baik kualitasnya, semakin banyak penenun muda, semakin kreatif anak2 SMK 3 tata busana dan SMK 2 yang memiliki extra kurikuler Tenun. Sebuah upaya menumbuhkan semangat cinta tenun sejak dini," tulis Didiet Maulana di Instagram. Pendiri label IKAT Indonesia itu sudah tiga kali berpartisapsi di ajang tersebut.

Tenun ikat sebenarnya datang dari luar Jawa. Kediri lalu membudidayakan dan berhasil menjadikannya sebagai salah satu aset daerah.

"Tenun ikat Kediri ini sudah bagus dan pertahankan, makin hari makin milenial dan beri kesempatan kepada semua lini, hari ini kita lihat anak SMKN 3 punya panggung dan sediakan desain untuk semua usia, baik buat anak-anak, remaja dan orang tua, terus warnanya berbeda dan dinamis," ujar Arumi Bachsin Emil Dardak.



Simak Video "Melihat Dhoho Fashion Street di Kediri"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)