Bali Fashion Trend 2020 Tampilkan Karya Desainer Internasional

Eny Kartikawati - wolipop Jumat, 15 Nov 2019 13:11 WIB
Foto: Dok. Indonesia Fashion Chamber Foto: Dok. Indonesia Fashion Chamber

Jakarta - Selain keindahan alam yang menjadi sorotan dunia, Bali memiliki begitu banyak potensi bisnis, baik di bidang pariwisata maupun bidang lainnya, termasuk fashion dan produk kerajinan tangan yang memiliki craftsmanship tinggi. Dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia, Bali merupakan daerah yang potensial dioptimalkan sebagai etalase untuk memasarkan karya desainer Indonesia ke tingkat global.

Melihat potensi tersebut, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter kembali menyelenggarakan Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 pada 7-9 November 2019 di INAYA Putri Bali, Nusa Dua. Beragam kategori busana mulai dari urban, ethnic contemporer, resort, modest, cocktail, dan evening wear dengan sentuhan budaya Indonesia karya lebih dari 35 desainer Indonesia akan ditampilkan dalam perhelatan ini, yaitu Ali Charisma, Sav Lavin, Eny Ming, Yon Yulizar, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angga Sari, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia Nataliza, Emy Thee, Asia Flow by Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga, Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra.

Pada penyelenggaraan Bali Fashion Trend yang keempat kalinya ini memberikan kesempatan bagi generasi penerus dalam industri fashion, yakni siswa sekolah mode untuk menampilkan karyanya, antara lain Istituto di Moda Burgo Indonesia, Italian Fashion School, dan FDP Universitas Ciputra. Tahun ini Bali Fashion Trend bersinergi dengan desainer internasional dari Jepang, Korea, Filipina, Australia, dan lainnya.

Bali Fashion Trend 2020 Tampilkan Karya Desainer InternasionalFoto: Dok. Indonesia Fashion Chamber


Bali Fashion Trend 2020 bekerjasama dengan APLF yang merupakan penyelenggara trade exhibition dan virtual trade fair bergengsi skala internasional yang berbasis di Hong Kong untuk menghadirkan koleksi dari Wannasu, label tas dari Thailand; Kitsilver, label aksesori dan clutch dari Filipina; Leaves, label tas dari Jepang; Artphere, label tas dari Jepang; Zambezi Grace, label tas eksotis dari Afrika Selatan; label sepatu dari Meksiko; dan Gdesignaire, label tas dan aksesori. Selain itu, Bali Fashion Trend 2020 berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival untuk menghadirkan karya label ternama dari Australia, yaitu En pointe dan 33 poets.

Bali Fashion Trend 2020 Tampilkan Karya Desainer InternasionalFoto: Dok. Indonesia Fashion Chamber


"Sebagai destinasi wisata yang telah dikenal secara internasional, Bali merupakan pintu paling dekat dengan dunia internasional, selain kota lain di Indonesia, sehingga lebih potensial untuk mengangkat potensi industri fashion dalam negeri. Kami berharap Bali memiliki event fashion yang sejajar dengan turisme yang telah mencapai skala internasional. Apalagi Bali memiliki kekayaan lokal dengan ciri khas tersendiri yang dapat memberikan warna yang berbeda dalam sektor fashion Indonesia," papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Dengan kecintaan terhadap kekayaan alam dan kepedulian terhadap pelestarian alam, Bali Fashion Trend 2020 mengangkat pesan tentang pentingnya sustainable fashion yang tengah menjadi perhatian dunia, melalui konsep "We Love Earth". Sejalan dengan konsep tersebut, Bali Fashion Trend 2020 bersinergi dengan Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose rayon terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara. APR mempersembahkan gelaran karya dari desainer Sav Lavin dan Eny Ming.

Simak Video "Begini Proses Pembuatan Kaos Barong Khas Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)