Masalah Peta China Tak Ada Taiwan, Dior Minta Maaf

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 17 Okt 2019 16:15 WIB
Salah satu butik Dior di Beijing, China. (Foto: Getty Images) Salah satu butik Dior di Beijing, China. (Foto: Getty Images)

Beijing - Dior sedang menjadi kontroversi di China. Seperti yang dialami Versace dan Givenchy sebelumnya, penyebabnya terkait masalah teritori Negeri Tirai Bambu itu.

Kontroversi tersebut bermula dari sebuah video cuplikan presentasi karier yang disampaikan karyawan Dior di hadapan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Zhejiang Gongshang University, China.

Seperti terlihat di video yang beredar di Weibo, Kamis (17/10/2019), perwakilan Dior sempat mendapat pertanyaan dari mahasiswi tentang negara Taiwan yang tak muncul di peta China dalam presentasi tersebut. "Mungkin karena foto tersebut terlalu kecil dan Taiwan juga sangat kecil," kata pembicara dari Dior seperti dikutip WWD.


Masalah Peta China Tak Ada Taiwan, Dior Minta MaafModel menampilkan karya Dior Spring-Summer 2020 di Paris Fashion Week. (Foto: Getty Images)

Kurang puas dengan jawaban tersebut, sang penanya lalu menyebut bahwa pulai Hainan yang justru lebih kecil dari Taiwan malah ada di peta tersebut. Argumennya itu lalu disambut tepuk tangan dari orang-orang yang menghadiri acara tersebut.

"Karena kami di China, kami hanya mengurusi (Dior) yang berada di China saja," dalih sang karyawan Dior. "Iya, saya paham Anda yang mengurus China, tapi peta itu mengatakan China. Menurut saya, Anda harus tetap menyertakan Taiwan," timpal mahasiswi tersebut.

Kedaulatan China belakangan tengah menjadi sorotan menyusul gelombang aksi demonstrasi pro-Hong Kong. China memiliki kebijakan One China atau Satu China yang menyatakan bahwa Republik Rakyat China adalah pemerintah resmi dari China Daratan, Hong Kong, Macau dan Taiwan.


Masalah Peta China Tak Ada Taiwan, Dior Minta MaafFoto: Getty Images

Video tersebut lantas berujung viral dan memicu kontroversi di tengah masyarakat China. Dior pun menyampaikan permohonan maaf kepada China.

"Dior selalu menghormati dan menjunjung tinggi prinsip China, mengakui kedaulatannya dan menghormati perasaan masyarakat China. Kami sangat menyayangkan kesalahan yang dilakukan karyawan tersebut dan mengambil langkah agar kejadian tersebut tak terulang lagi," demikian bunyi pernyataan resmi dari Dior China.

Sebelumnya, Versace pernah meminta maaf karena menulis Hong Kong - HONG KONG dan Macau - MACAO, pada salah satu produknya. "Sebuah keteledoran dari kami dan kami benar-benar minta maaf atas dampak yang ditimbulkan," tulis Versace dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Metro. Kesalahan yang sama juga dilakukan Givenchy dan Coach.

China adalah salah satu pasar besar bagi brand-brand mewah seperti Versace dan Dior. Dikutip dari New York Times, perusahaan konsultan Bain & Company mencatat setidaknya sepertiga dari penjualan produk barang mewah di dunia terjadi China.

Simak Video "Makin Mirip Manusia, Ada Boneka Seks dengan Fitur AI"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)